IHSG Diperkirakan Kembali Melemah
Kamis, 11 Agustus 2016 - 08:32 WIB
IHSG Diperkirakan Kembali Melemah
A
A
A
JAKARTA - Meski berharap akan adanya peluang pembalikan arah menguat pada IHSG pasca mengalami pelemahan dari dua hari terakhir, nyatanya laju IHSG belum berkesempatan untuk berbalik arah menguat.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar pun memanfaakan pelemahan tersebut untuk pasang jual alias profit taking.
"Laju IHSG pun dapat berpeluang kembali melemah seiring belum adanya sentimen yang signifikan merubah arah menguat. Tetap cermati sentimen yang ada dan waspadai pelemahan lanjutan (jika terjadi)," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/8/2016).
Reza memprediksi IHSG akan berada di kisaran support 5.395-5.400 dan resisten 5.447-5.462.
Sementara, adanya upaya pemerintah memperbaiki perekonomian melalui beberapa bidang hingga kajian terkait penurunan PPh badan serta imbas penguatan bursa saham AS, tampaknya belum mampu menghalangi aksi profit taking yang dilakukan pelaku pasar.
"Sinyal akan adanya pembalikan arah melemah pada perdagangan sebelumnya dimanfaatkan pelaku pasar untuk memperbesar aksi jual demi mengamankan posisi portofolio masing-masng. Pelemahan juga terimbas dari variaitf cenderung melemahnya laju bursa saham Asia," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar pun memanfaakan pelemahan tersebut untuk pasang jual alias profit taking.
"Laju IHSG pun dapat berpeluang kembali melemah seiring belum adanya sentimen yang signifikan merubah arah menguat. Tetap cermati sentimen yang ada dan waspadai pelemahan lanjutan (jika terjadi)," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/8/2016).
Reza memprediksi IHSG akan berada di kisaran support 5.395-5.400 dan resisten 5.447-5.462.
Sementara, adanya upaya pemerintah memperbaiki perekonomian melalui beberapa bidang hingga kajian terkait penurunan PPh badan serta imbas penguatan bursa saham AS, tampaknya belum mampu menghalangi aksi profit taking yang dilakukan pelaku pasar.
"Sinyal akan adanya pembalikan arah melemah pada perdagangan sebelumnya dimanfaatkan pelaku pasar untuk memperbesar aksi jual demi mengamankan posisi portofolio masing-masng. Pelemahan juga terimbas dari variaitf cenderung melemahnya laju bursa saham Asia," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :