Ini Beda Penerimaan Pajak Rezim SBY dan Jokowi

Selasa, 16 Agustus 2016 - 14:45 WIB
Ini Beda Penerimaan...
Ini Beda Penerimaan Pajak Rezim SBY dan Jokowi
A A A
JAKARTA - Daya beli dan konsumsi masyarakat mendominasi penerimaan negara dari sektor pajak pada rezim pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Wakil ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Hafidz Tohir membandingkannya dengan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

"Kalau zaman rezim SBY dulu 65% pendapatan pajak diperoleh dari konsumsi. Tapi hari ini rezim Jokowi merubah struktur tersebut dengan mengambil subsidi rakyat untuk dibangun infrastruktur," terang dia di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (16/83016).

Lebih lanjut menurutnya program percepatan pembangunan infrastruktur dinilai sebagai program jangka panjang, yang baru akan memunculkan efek terhadap ekonomi sekira 5tahun lagi. "Akan ada pencerahan 5 tahun lagi. Itu tidak salah, tapi jangan lupa yang industri kecil, konsumsi rakyat ini harus terus dibina, agar defisit APBN tidak besar," paparnya.

Sementara pergantian Menteri Perindustrian (Menperin) diharapkan dapat mendorong ekonomi Dalam Negeri menjadi lebih baik di tengah pelemahan ekonomi global. Di sisi lain dia curiga bahwa insentif di sektor industri bukan diperuntukkan bagi mereka pelaku industri untuk menopang penerimaan negera.

"Saya curiga bahwa insentif di industri yang kita bina bukan industri yang menopang pendapatan. Itu yang saya khawatirkan. Oleh karenanya kebijakan presiden mengganti manajemen di Menperin sudah tepat. Saya berharap dengan Menperin yang baru bisa lebih mencerahkan," tandasnya
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Target Penerimaan Pajak...
Target Penerimaan Pajak 2026 Tembus Rp2.692 Triliun, Ekonom: Bisa Jadi Pedang Bermata Dua
Penerimaan Pajak Seret...
Penerimaan Pajak Seret hingga Oktober, Realisasi Baru 70,2% dari Target 2025
DJP Targetkan Tarik...
DJP Targetkan Tarik Rp20 Triliun dari 200 Pengemplang Pajak hingga Akhir 2025
Kejar Penerimaan Pajak...
Kejar Penerimaan Pajak di 2026, Pemerintah Fokus Tertibkan Shadow Economy
IKPI Ingatkan Tax Amnesty...
IKPI Ingatkan Tax Amnesty untuk Perbaikan Manajemen Data Perpajakan
Pendapatan Negara Tumbuh...
Pendapatan Negara Tumbuh Positif di Tahun 2024
Berita Terkini
MNC Sekuritas Berikan...
MNC Sekuritas Berikan Welcome Reward Berupa Special Fee untuk Investor Baru
12 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 1,06% ke Level 5.806
22 menit yang lalu
PB PMII Dorong Audit...
PB PMII Dorong Audit Rantai Pasok Batu Bara Usai Pemadaman Listrik
1 jam yang lalu
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
1 jam yang lalu
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
2 jam yang lalu
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
11 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved