Pemerintah Akui Keteteran Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Rabu, 17 Agustus 2016 - 05:35 WIB
Pemerintah Akui Keteteran...
Pemerintah Akui Keteteran Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran
A A A
JAKARTA - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengakui keteteran untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Tanah Air. Pasalnya, saat ini industri yang berkembang lebih banyak padat modal dibanding padat karya.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah menargetkan angka kemiskinan pada tahun depan berada pada kisaran 9,5% hingga 10,5% dari total penduduk di Indonesia. Sementara angka pengangguran ditargetkan sebesar 5,3% hingga 5,6%.‎

"Tidak mudah, daya serap tenaga kerja tidak besar, akhirnya penurunan kemiskinan tidak secepat yang diharapkan, ini karena industri‎ terakhir masuk bersifat padat modal," katanya dalam Konferensi Pers Pemerintah tentang Nota Keuangan dan RUU APBN 2017 di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Oleh sebab itu, sambung mantan Menkeu ini, pihaknya akan terus menggenjot pembangunan infrastruktur di berbagai daerah agar bisa menciptakan efek domino (multiplier effect) terhadap peningkatan lapangan kerja serta mendorong investasi padat karya.

"Kemudian perbaikan kualitas tenaga kerja dengan peningkatan pendidikan kejuruan dan keahlian tenaga kerja, perbaikan iklim ketenagakerjaan, serta mendorong dana desa bisa tepat sasaran karena dana ini bisa untuk pembangunan infrastruktur di desa," imbuh dia.

Sementara untuk mengatasi kemiskinan, tambah Bambang, pemerintah akan tetap melanjutkan program perlindungan sosial di antaranya melalui perluasan‎ Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, dan Sistem Jaminan Sosial Nasional, serta bantuan tunai bersyarat.

"Pemerintah juga memberikan subsidi dan tranformasi subsidi agar lebih tetap sasaran, seperti subsisi beras, padi, listrik. Ini fokus pada enam juta keluarga miskin," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Orang Nganggur dan Miskin...
Orang Nganggur dan Miskin Makin Banyak, Program Padat Karya Tunai Jadi Andalan
Sri Mulyani Akui Kemiskinan...
Sri Mulyani Akui Kemiskinan dan Pengangguran Meningkat Tajam
Tahun Ini Diramalkan...
Tahun Ini Diramalkan Tambah 1,1 Juta Pengangguran Lagi Akibat Pandemi
Menaker: Ironi, Pengangguran...
Menaker: Ironi, Pengangguran Paling Banyak di Kota Tapi Kemiskinan di Desa
Akibat Corona, Skenario...
Akibat Corona, Skenario Terburuk Penduduk Miskin Bertambah 3,78 Juta
Sektor Riil Terimbas...
Sektor Riil Terimbas Pandemi, Jumlah Penduduk Miskin Bisa Capai 29,9 Juta
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
8 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
8 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
8 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
9 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
9 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
9 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved