Suku Bunga Acuan AS Berpeluang Naik di September

Rabu, 17 Agustus 2016 - 12:02 WIB
Suku Bunga Acuan AS...
Suku Bunga Acuan AS Berpeluang Naik di September
A A A
NEW YORK - Anggota berpengaruh dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed membuka spekulasi seputar kelanjutan kenaikan suku bunga acuan AS (Fed rate) pada September mendatang. Meski begitu semuanya masih tergantung data ekonomi, kemungkinan kenaikan suku bunga berpotensi diputuskan dalam pertemuan berikutnya.

"Kami dalam posisi yang lebih dekat menuju titik poin, dimana apabila sesuai dengan perkiraan saya untuk kelanjutan kenaikan suku bunga acuan," ucap Presiden Bank Sentral New York William Dudley.

Lebih lanjut dia menerangkan setidaknya The Fed mempunyai tiga pertemuan tersisa di 2016 dan diharapkan dapat kembali menaikkan suku bunga untuk sekali lagi. Data ekonomi yang dikeluarkan sebelumnya menunjukkan pergerakan variatif ekonomi AS.

Departemen tenaga kerja AS melaporkan inflasi hanya 0,2% pada bulan Juli, atau di level yang sama seperti dua bulan sebelumnya. Termasuk makanan dan energi, mengalami kenaikan hanya sebesar 0,1% dimana melambat sejak Maret.

Fed mengatakan inflasi adalah metrik utama untuk menentukan apakah saat ini layak untuk menaikkan suku bunga. Target inflasi selama beberapa tahun telah ditetapkan pada level 2%, tetapi berdasarkan pengukuran tahunan telah terjebak di posisi 1,6% sejak Maret.

Inflasi pada posisi rendah telah menjadi alasan Fed untuk menunda menaikkan suku bunga, meskipun terlihat perbaikan pada sektor tenaga kerja dan bidang ekonomi lainnua. Dudley menerangkan Bank Sentral AS masih harus melihat perkembangan yang mendukung bagi perekonomian dan bagaimana pergerakan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Data lainnya yang diumumkan kemarin memperlihatkan gambaran positif ekonomi AS. Pembangunan rumah baru pada Juli meningkat dalam laju tercepat hampir selama satu tahun untuk meningkatkan harapan pertumbuhan ekonomi yang membaik di kuartal ketiga.

Departemen Perdagangan mengatakan sektor perumahan mulai naik 2,1% dari Juni untuk laju tahunan 1,21 juta unit, atau jadi lompatan terkuat sejak Juni 2015. Peningkatan muncul dipimpin pertumbuhan apartemen di daerah Timur Laut.

Kekuatan pasar juga mendapatkan sinyal dari kenaikan industri sebesar 0,7 untuk melampaui ekspektasi analis. "Sektor perumahan dan kinerja industri mulai menguat untuk meningkatkan kepercayaan Fed bahwa ini bisa jadi momentum pertumbuhan telah pulih. Kondisi ini berpotensi mendukung kenaikan jangka pendek. Namun dengan inflasi terus turun, dalam kasus ini kita harus berhati-hati untuk tetap kuat," tegas Wakil Kepala Ekonomi TD Securities Millan Mulraine.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Empat Langkah Radikal...
Empat Langkah Radikal The Fed Selamatkan Ekonomi AS
Jerome Powell Pidato...
Jerome Powell Pidato Pekan Depan, Waspadai Tapering The Fed!
Pemulihan Ekonomi AS...
Pemulihan Ekonomi AS Mulai Terlihat, Fed Sebut Risiko Tetap Ada
The Fed Diproyeksi Tahan...
The Fed Diproyeksi Tahan Suku Bunga sampai Akhir 2025
Profil Jerome Powell,...
Profil Jerome Powell, Kepala Bank Sentral AS yang Baru Kena Prank Orang Rusia
Menakar Dampak Tapering...
Menakar Dampak Tapering Off The Fed Bagi Indonesia
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
6 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
6 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
6 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
7 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
7 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved