BI Akui Laju Pertumbuhan Kredit Melambat

Sabtu, 20 Agustus 2016 - 07:15 WIB
BI Akui Laju Pertumbuhan...
BI Akui Laju Pertumbuhan Kredit Melambat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan atas penurunan target pertumbuhan ekonomi yang pada tahun ini berkisar di angka 4,9-5,3%, maka pihaknya sepakat untuk menurunkan proyeksi pertumbuhan atas kredit di Indonesia. Sebelumnya, proyeksinya sendiri dipatok senilai 10-11% dan sekarang menjadi 7-9% untuk sepanjang tahun 2016.

Seperti diketahui, BI sendiri mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini di angka 4,9-5,2% dari yang sebelumnya 5-5,4%. "Kami mengubah proyeksi tersebut melihat kondisi ekonomi Indonesia. Tadinya kita proyeksi di double digit, sekarang di single digit," kata Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, Jakarta, Jumat(19/8) malam.

Selain itu, BI pun mengakui bahwa di Indonesia sendiri untuk laju pertumbuhan kredit Indonesia masih tercatat relatif rendah, atau berada di angka 3%. "Tapi kami juga menduga bahwa ini akan membaik seiring dengan peran investasi swasta yang semakin membaik juga di semester II," sambungnya.

Agus juga mengatakan, BI akan selalu terus mendorong berbagai macam kebijakan untuk pertumbuhan kredit di Indonesia agar lajunya bisa lebih kuat lagi untuk ke depannya. "Kami akan selalu mendorong peningkatan kebijakan makro prudensial. Ini untuk kelonggaran di loan to value (LTV)," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
BI Ungkap Banyak Rumah...
BI Ungkap Banyak Rumah Tangga Ogah Tambah Utang dari Bank
Permintaan Utang Bank...
Permintaan Utang Bank Masih Loyo, Bos BI Beberkan Alasannya
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved