IHSG Awal Pekan Diperkirakan Masih Tertekan
Senin, 22 Agustus 2016 - 08:39 WIB
IHSG Awal Pekan Diperkirakan Masih Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak cukup tertekan dengan range di kisaran 5.315-5.445. Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan pergerakan IHSG dengan teknikal analysis terlihat pulled back para resistance harga tertinggi sebelumnya di kisaran level 5.470.
"Signal ini tentu negatif jika terus melemah hingga menkonfirmasi pola double top. Indikator stochastic bergerak positif namun tidak dibarengi momentum RSI yang tertekan terus pada area overbought," ujarnya di Jakarta, Senin (22/8/2016).
Sementara, IHSG kemarin terkoreksi di akhir pekan dengan melemah -45,41 poin sebesar -0,83% di level 5.416,03 dengan volume perdagangan yang relatif moderate.
Seluruh sektor mengalami pelemahan dipimpin oleh sektor aneka industri yang sebelumnya bergerak cukup optimis menyambut pertumbuhan penjualan mobil nasional yang secara tidak langsung berdampak pada kinerja penjualan ASII.
Lebih lanjut dia menerangkan pada akhir pekan ini terlihat investor cenderung profit taking. Investor asing pun pertama kalinya terlihat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp533,02 miliar.
"Catatan net sell tersebut merupakan net sell pertama pada bulan ini sehingga total capital in flow yang masuk pada minggu ini sebesar Rp1,82 triliun lebih rendah dari minggu sebelumnya," pungkasnya.
"Signal ini tentu negatif jika terus melemah hingga menkonfirmasi pola double top. Indikator stochastic bergerak positif namun tidak dibarengi momentum RSI yang tertekan terus pada area overbought," ujarnya di Jakarta, Senin (22/8/2016).
Sementara, IHSG kemarin terkoreksi di akhir pekan dengan melemah -45,41 poin sebesar -0,83% di level 5.416,03 dengan volume perdagangan yang relatif moderate.
Seluruh sektor mengalami pelemahan dipimpin oleh sektor aneka industri yang sebelumnya bergerak cukup optimis menyambut pertumbuhan penjualan mobil nasional yang secara tidak langsung berdampak pada kinerja penjualan ASII.
Lebih lanjut dia menerangkan pada akhir pekan ini terlihat investor cenderung profit taking. Investor asing pun pertama kalinya terlihat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp533,02 miliar.
"Catatan net sell tersebut merupakan net sell pertama pada bulan ini sehingga total capital in flow yang masuk pada minggu ini sebesar Rp1,82 triliun lebih rendah dari minggu sebelumnya," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :