Tahun Ini Bulog Targetkan Buka 600 RPK

Rabu, 24 Agustus 2016 - 04:37 WIB
Tahun Ini Bulog Targetkan...
Tahun Ini Bulog Targetkan Buka 600 RPK
A A A
SEMARANG - Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah mengembangkan Rumah Pangan Kita (RPK), untuk mensuplai kebutuhan pangan ke masyarakat, dan menekan harga komoditi utama penyebab inflasi.

RPK adalah kerja sama antara Bulog dan masyarakat. Dan masyarakat yang menjadi agen RPK akan mendapatkan suplai kebutuhan pangan berupa beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Usep Karyana mengatakan, program RPK salah satu upaya Bulog menstabilkan harga pangan. Juga perwujudan fungsi Bulog untuk menyediakan bahan pangan yang terjangkau. Melalui RPK ini, Bulog ingin mendekat ke masyarakat di desa-desa.

Dan pada tahun 2016 ini, pihaknya menargetkan membuka 600 agen RPK. “Saat ini pengajuan sudah ada sekitar 149 orang dan yang sudah realisasi 88 orang,” kata Usep Karyana, Selasa (23/8/2016).

Dia menjelaskan, untuk menjadi agen RPK tidaklah sulit. Masyarakat cukup mengajukan ke Bulog terdekat dengan membawa KTP, KK, serta surat keterangan dari RW setempat. Selain itu, setiap agen juga diwajibkan untuk berbelanja awal sebesar Rp5 juta. “Semua orang bisa menjadi agen RPK tetapi untuk satu RW hanya satu RPK,” katanya.

Dengan adanya RPK tersebut, ada ketersediaan komoditas pokok sehingga masyarakat tidak perlu berbondong-bondong ke pasar ketika membutuhkan produk tertentu.

Wakil Kepala Bulog Divre Jateng, Sopran Kenedy menambahkan, masyarakat yang sudah menjadi agen RPK, diwajibkan untuk menjual produk sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan Bulog. Jika agen melakukan pelanggaran maka kerja sama akan dihentikan, dalam hal ini, Bulog akan menghentikan suplai barang.

“Tujuan kami kan untuk menstabilkan harga, kalau harga agen RPK tidak sama dengan harga pasar tentu tidak akan ada dampaknya. Namun kami pastikan masyarakat yang menjadi agen tetap untung,” katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anak Buah Jadi Bagian...
Anak Buah Jadi Bagian Mafia Pangan, Buwas Ancam Pecat 100 Karyawan
Penuhi Kebutuhan Pangan...
Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Bulog Gandeng Perusahaan Asal India
Buwas Sebut Tidak Perlu...
Buwas Sebut Tidak Perlu Terlalu Risau dengan Ancaman Krisis Pangan
Kemandirian Pangan di...
Kemandirian Pangan di Indonesia Timur Rendah, Ini Penjelasan Bulog
Jaga Ketahanan Pangan,...
Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Halalkan Impor
Revitalisasi Bulog sebagai...
Revitalisasi Bulog sebagai Benteng Ketahanan Pangan Nasional
Berita Terkini
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
43 menit yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
7 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
9 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
10 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
11 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
11 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved