IHSG Diperkirakan Masih Akan Tertekan ke Zona Merah
Rabu, 24 Agustus 2016 - 08:36 WIB
IHSG Diperkirakan Masih Akan Tertekan ke Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan ini diprediksi oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi masih akan terkonsolidasi sedikit kembali tertekan dengan range pergerakan di kisaran level 5.340-5.470. Dia menambahkan secara teknikal IHSG terlihat menguat pasca sempat menyentuh support MA25 dan ditutup bertahan pada MA7.
"Meskipun beberapa indikator masih memberikan signal negatif di antaranya Stochastic yang dead-crossing dan RSI yang melanjutkan tekanan Momentum bearish," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/8/2016).
(Baca Juga: IHSG Diprediksi Turun Mendekati Level 5.300)
Sementara, IHSG kemarin ditutup dramatis pada akhir sesi hanya turun 10,03 poin sebesar -0,18% di level 5.417,14 setelah sempat terjadi tekanan sejak awal sesi hingga -0,9%. Investor asing terlihat mulai melakukan aksi jual bersih Rp163,18 miliar.
Sektor konsumer yang terlihat memangkas pelemahan Indeks dimana pada hari ini memimpin penguatan indeks sektoral di level 0,79% sedangkan sektor aneka Industri berbalik menjadi penekan.
"Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II/2016 tercatat sebesar USD323,8 miliar atau tumbuh 6,2% (yoy) sehingga rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir kuartal II/2016 tercatat sebesar 36,8%, sedikit meningkat dari 36,6 persen pada akhir kuartal I/2016," pungkasnya.
"Meskipun beberapa indikator masih memberikan signal negatif di antaranya Stochastic yang dead-crossing dan RSI yang melanjutkan tekanan Momentum bearish," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/8/2016).
(Baca Juga: IHSG Diprediksi Turun Mendekati Level 5.300)
Sementara, IHSG kemarin ditutup dramatis pada akhir sesi hanya turun 10,03 poin sebesar -0,18% di level 5.417,14 setelah sempat terjadi tekanan sejak awal sesi hingga -0,9%. Investor asing terlihat mulai melakukan aksi jual bersih Rp163,18 miliar.
Sektor konsumer yang terlihat memangkas pelemahan Indeks dimana pada hari ini memimpin penguatan indeks sektoral di level 0,79% sedangkan sektor aneka Industri berbalik menjadi penekan.
"Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II/2016 tercatat sebesar USD323,8 miliar atau tumbuh 6,2% (yoy) sehingga rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir kuartal II/2016 tercatat sebesar 36,8%, sedikit meningkat dari 36,6 persen pada akhir kuartal I/2016," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :