Ratusan Ribu UMKM di Yogyakarta Belum Kantongi HAKI

Rabu, 24 Agustus 2016 - 14:42 WIB
Ratusan Ribu UMKM di...
Ratusan Ribu UMKM di Yogyakarta Belum Kantongi HAKI
A A A
YOGYAKARTA - Ratusan ribu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta belum mengantongi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Padahal di satu sisi, pemerintah telah memberi stimulus dana dan potongan biaya pengurusan HAKI. Namun jumlah UMKM yang mengantongi HAKI hanya berjalan di tempat.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan), Tri Karyadi Riyanto mengatakan, di Yogyakarta ada 207.000 UMKM dan hanya 600 yang telah mengantongi HAKI. Dari 600 UMKM yang memiliki HAKI, 30% berada di Kota Yogyakarta.

"Jadi sekitar 200 UMKM di Yogyakarta yang mengantongi HAKI," tuturnya, Rabu (24/8/2016).

Menurutnya, banyak kendala yang dihadapi pemerintah untuk memberikan kesadaran kepada UMKM agar mengurus HAKI. Pemerintah telah memberi pendampingan sekaligus dana bagi kalangan UMKM. Bahkan jika melalui rekomendasi dari Disperindagkoptan maka akan mendapatkan potongan biaya pengurusan sekitar 40% dari yang seharusnya.

Ia mengungkapkan, sebenarnya biaya untuk pengurusan HAKI tidak terlalu mahal karena sekitar Rp 1 juta. Ketika mendapat rekomendasi dari Disperindagkoptan, maka UMKM hanya membayar Rp 600 ribu. Selain itu, proses dan persyaratan HAKI, kata dia, tidak terlalu rumit.

Hanya saja, lanjutnya, kendala yang menghambat justru berada di kalangan UMKM sendiri. Karena kesadaran UMKM untuk mengurus HAKI cukup rendah. Meski sosialisasi terus dilakukan kepada tetapi rendahnya kesadaran kalangan pelaku usaha, membuat UMKM yang mengantongi HAKI sangat sedikit. Sejatinya HAKI sangat penting untuk perkembangan usaha mereka.

"HAKI sangat penting apalagi di era pasar bebas seperti sekarang ini," tuturnya.

Menurut Tri, HAKI sangat penting untuk menghindari pembajakan produk oleh pihak lain. Di era persaingan bebas seperti Asian Free Trade Area yang mulai diterapkan, bukan tidak mungkin produsen mancanegara meniru produk-produk UMKM yang laku di Indonesia. Karena itu, sebagai salah satu antisipasi memang harus melalui HAKI tersebut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
PNM Dinilai Sukses Dongkrak...
PNM Dinilai Sukses Dongkrak Ekonomi Perempuan Indonesia
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Bupati dan Kapolres...
Bupati dan Kapolres Simalungun Dorong UMKM Berinovasi Bangkitkan Ekonomi
Mompreneur Penopang...
Mompreneur Penopang Ekonomi Keluarga di Masa Krisis
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved