IHSG Berpotensi Melemah Dibayangi Aksi Jual
Kamis, 25 Agustus 2016 - 08:41 WIB
IHSG Berpotensi Melemah Dibayangi Aksi Jual
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan tertekan oleh aksi jual asing setelah bursa saham Tanah Air tidak berdaya kemarin. IHSG diyakini masih akan bergerak melemah imbas dari pelemahan bursa global dan EIDO yang terus tertekan untuk mendekati area 5.300-an.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pelemahan yang terjadi serta diiringi net sell asing yang cukup besar di pekan ini membuat para investor membutuhkan sentimen baru yang positif.
"Diharapkan rilis GDP kuartal II/2016 AS di akhir pekan ini mampu memenuhi ekspektasi pasar sehingga berdampak pada statement Janet Yellen dalam pertemuan tahunan Bank Sentral. Cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/8/2016).
Dia memprediksi IHSG akan berada di level support 5.309-5.389 dan resisten 5.422-5.441. Sementara laju IHSG kemarin terlihat masih belum mampu untuk berbalik menguat.
Pelemahan terjadi seiring sikap pelaku pasar yang masih menantikan dirilisnya GDP kuartal II/2016 AS di akhir pekan ini yang diikuti oleh pidato Janet Yellen di Jackson Hole untuk mengetahui view The Fed terhadap kondisi terkini ekonomi AS dan pandangan arah suku bunganya.
Keadaan tersebut, membuat pelaku pasar cenderung wait and see pada perdagangan kemarin. Pergerakan IHSG sendiri cenderung flat melemah disertai net sell asing yang kembali terjadi. Dirilisnya GDP kuartal II/2016 Jerman yang di bawah ekspektasi di level 0,4% (vs 0,7%) turut menekan laju indeks global secara umum.
"Laju rupiah yang tidak banyak bergerak turut berimbas pada melemahnya laju IHSG," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pelemahan yang terjadi serta diiringi net sell asing yang cukup besar di pekan ini membuat para investor membutuhkan sentimen baru yang positif.
"Diharapkan rilis GDP kuartal II/2016 AS di akhir pekan ini mampu memenuhi ekspektasi pasar sehingga berdampak pada statement Janet Yellen dalam pertemuan tahunan Bank Sentral. Cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/8/2016).
Dia memprediksi IHSG akan berada di level support 5.309-5.389 dan resisten 5.422-5.441. Sementara laju IHSG kemarin terlihat masih belum mampu untuk berbalik menguat.
Pelemahan terjadi seiring sikap pelaku pasar yang masih menantikan dirilisnya GDP kuartal II/2016 AS di akhir pekan ini yang diikuti oleh pidato Janet Yellen di Jackson Hole untuk mengetahui view The Fed terhadap kondisi terkini ekonomi AS dan pandangan arah suku bunganya.
Keadaan tersebut, membuat pelaku pasar cenderung wait and see pada perdagangan kemarin. Pergerakan IHSG sendiri cenderung flat melemah disertai net sell asing yang kembali terjadi. Dirilisnya GDP kuartal II/2016 Jerman yang di bawah ekspektasi di level 0,4% (vs 0,7%) turut menekan laju indeks global secara umum.
"Laju rupiah yang tidak banyak bergerak turut berimbas pada melemahnya laju IHSG," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :