Holdingisasi Diminta Tak Ganggu Efisien BUMN
Kamis, 25 Agustus 2016 - 10:47 WIB
Holdingisasi Diminta Tak Ganggu Efisien BUMN
A
A
A
JAKARTA - Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri dalam paparan terbarunya terkait rencana pembentukan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Migas diminta tidak mempengaruhi kinerja perusahaan yang bersangkutan. Holding BUMN diminta harus profesional dan transparan.
"PGN merupakan BUMN yang tidak ada masalah, tingkat efisiensinya tinggi, dan ekternalitasnya tinggi. BUMN seperti ini jangan diganggu, jangan digabung dengan yang masih sakit atau yang bisnisnya merupakan substitusi," kata Faisal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/8/2016).
(Baca Juga: Sri Mulyani: Holdingisasi Harus Perhatikan Pemegang Saham Minoritas)
Dia menambahkan kinerja positif yang ditunjukkan perusahaan gas pelat merah, PGN dengan membukukan laba bersih sebesar USD401,2 juta di tahun 2015 diminta tidak terganggu rencana holding BUMN. Perolehan tersebut setara 13% dari pendapatan usaha yang sebesar USD3,07 miliar.
Sementara sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat menggantikan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam rapat Holdingisasi di Gedung DPR RI kemarin menegaskan perusahaan yang akan dijadikan perusahaan holding haruslah perusahaan yang sehat dan transparan.
"Jangan justru melindungi korporat yang sangat tidak efisien yang bahkan menyengsarakan banyak pihak. Pada akhirnya, masyarakat harus menanggung beban korporasi yang tidak efisien, yang rugi terus, yang minta tambahan modal terus yang berdarah-darah terus," terang Mantan Direktur Bank Dunia itu.
"PGN merupakan BUMN yang tidak ada masalah, tingkat efisiensinya tinggi, dan ekternalitasnya tinggi. BUMN seperti ini jangan diganggu, jangan digabung dengan yang masih sakit atau yang bisnisnya merupakan substitusi," kata Faisal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/8/2016).
(Baca Juga: Sri Mulyani: Holdingisasi Harus Perhatikan Pemegang Saham Minoritas)
Dia menambahkan kinerja positif yang ditunjukkan perusahaan gas pelat merah, PGN dengan membukukan laba bersih sebesar USD401,2 juta di tahun 2015 diminta tidak terganggu rencana holding BUMN. Perolehan tersebut setara 13% dari pendapatan usaha yang sebesar USD3,07 miliar.
Sementara sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat menggantikan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam rapat Holdingisasi di Gedung DPR RI kemarin menegaskan perusahaan yang akan dijadikan perusahaan holding haruslah perusahaan yang sehat dan transparan.
"Jangan justru melindungi korporat yang sangat tidak efisien yang bahkan menyengsarakan banyak pihak. Pada akhirnya, masyarakat harus menanggung beban korporasi yang tidak efisien, yang rugi terus, yang minta tambahan modal terus yang berdarah-darah terus," terang Mantan Direktur Bank Dunia itu.
(akr)
Lihat Juga :