Komisi XI Minta Sri Mulyani Jaga Nawa Cita dalam Penghematan Anggaran

Kamis, 25 Agustus 2016 - 23:11 WIB
Komisi XI Minta Sri...
Komisi XI Minta Sri Mulyani Jaga Nawa Cita dalam Penghematan Anggaran
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan ‎(Menkeu) Sri Mulyani Indrawati diwanti-wanti agar menjaga kredibilitas Presiden Joko Widodo dan Nawa Cita dalam memangkas APBN-P 2016 untuk penghematan.‎ Peringatan itu sampaikan anggota Komisi XI DPR dari Partai Golkar, Misbakhun dalam rapat kerja dengan Menkeu dan Wakil Menkeu Mardiasmo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Misbakhun menuturkan, Presiden Jokowi sudah menegaskan dalam pidatonya di depan MPR maupun sidang bersama DPR dan DPD pertengahan Agustus lalu, bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kesinambungan kredibilitas pemerintahan.‎

"Ini yang perlu ada penyesuaian. Ibu Menteri bicara juga soal membangun kredibilitas di APBN yang sekarang maupun yang akan datang. Anda juga bicara penghematan anggaran. Tapi, saya cuma ingin itu tak mengorbankan apa yang jadi cita-cita Presiden di Nawa Cita," ujarnya.

Meski Sri Mulyani butuh melakukan kalibrasi di dalam jajarannya maupun pelaksanaan pemerintahan yang telah berjalan. Namun, menurut Misbakhun, seharusnya Sri Mulyani sudah bisa mulai menunjukkan diri berusaha menjaga kredibilitas Pemerintahan Jokowi.

"Misalnya, bagaimana komitmen Presiden membangun dari pinggiran terjaga. Saya terima kasih Ibu Menteri hanya menunda Dana Alokasi Khusus atau DAU, bukan memotongnya. Saya memberikan apresiasi yang tinggi karena sesuai dengan keinginan Presiden membangun dari pinggiran," tutur‎ Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur II yang meliputi Pasuruan dan Probolinggo itu.

‎Sri Mulyani juga dianggap mulai menyesuakan diri dengan keinginan Presiden Jokowi agar anggaran infrastruktur tak dipangkas.

Sebab, Presiden Jokowi ingin menyeimbangkan dukungan infrastruktur antara Jawa dengan luar Jawa. "Adalah tugas kita bersama dalam mengawal ini di APBN. Pengawalan Golkar ini sifatnya bukan hanya on paper tapi realitas di lapangan," paparnya.

Kendati demikian, dia‎ mengingatkan Sri Mulyani bahwa ada beberapa hal menyangkut penjagaan kredibilitas Presiden Jokowi yang harus diperhatikannya. Dia mencontohkan soal dana tunjangan profesi guru yang besarnya sekitar Rp23 triliunan.

Sri Mulyani menyebut dana itu belum dicairkan karena gurunya banyak yang belum disertifikasi. Namun, sejumlah legislator seperti Johnny Plate dari NasDem, Hendrawan Supratikno dari PDIP, maupun Misbakhun mengatakan menemukan guru-guru yang sudah bekerja sejak awal tahun 2016 tapi belum dibayar.

"Mereka benar-benar ada orangnya, sudah bekerja dan tunjangan belum dibayar. Tolong, bila ibu baru dapat info, mohon didalami. Faktanya di lapangan banyak sekali guru-guru kita itu. Kenapa ini harus? Sebab Konstitusi kita sudah wajibkan 20 persen dana pendidikan," kata Misbakhun.‎

Karenanya Misbakhun kembali mengingatkan Sri Mulyani agar dalam membangun kredibilitas APBN tetap konsisten menggunakan sebuah ukuran yang dipakai.

Misalnya, apabila Sri Mulyani melakukan penghematan anggaran akibat situasi ekonomi global yang mengalami stagnasi sekuler, seharusnya ada juga perubahan angka Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai dasar untuk menyusung RAPBN. "Menurut saya‎ kalau bicara kredibilitas, satu dikoreksi, semua juga harus dikoreksi," ucap dia.

Adapun mengenai tax amnesty dan perpajakan, Misbakhun juga meminta Sri Mulyani agar benar-benar medelegasikan wewenang pengaturan pengampunan pajak kepada Direktorat Jenderal Pajak. Pasalnya yang terjadi selama ini baru sekadar pada tahap pemberian otoritasi, belum masuk ke pendelegasian kewenangan.

Selain itu, kata dia, Menkeu harus bisa memastikan tax amnesty berhasil dilaksanakan sesuai keinginan Presiden Jokowi dengan cara menghilangkan semua penghalang kelancaran program. Anggota DPR dari Fraksi Golkar itu mencontohkan adanya sejumlah laporan wajib pajak yang mengeluhkan formulir-formulir yang pada ujungnya justru mempersulit masyarakat yang ingin ikut tax amnesty.

"Saya minta tolong dengan sangat agar ibu mengkalibrasi semuanya. Presiden, ibu sendiri, Kakanwil, semua sudah sosialisasi. Sekarang bagaimana ini dikalibrasi sehingga satu irama dan satu spirit. Karena tax amnesty ini gagasan Presiden. Tugas kita adalah memuluskan keinginan beliau," ungkap Misbakhun.

Dalam kesempatan itu, Menkeu Sri Mulyani juga diingatkan agar membangun kredibilitas penerimaan pajak dan bea cukai. Bukan sekedar aturan dan angka, namun juga proses mencapainya.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR, yang juga dari Fraksi Golkar, Melchias Markus Mekeng, pun berkali-kali mengingatkan Menkeu agar menjaga kredibilitas itu. Dia menyoroti penyusunan APBN selama ini yang kerap berubah-ubah.

"Jadi kita harap Menkeu bisa membuat postur APBN yang lebih realistis dan tak berubah-ubah lagi," kata Mekeng dalam kesempatan sama.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Kemenkeu Ajukan Tambahan...
Kemenkeu Ajukan Tambahan Anggaran Rp43,307 T di 2021, Buat Apa?
Kemenkeu Perpanjang...
Kemenkeu Perpanjang Alokasi Anggaran Corona Sampai 2021
Sri Mulyani Mohon Maaf...
Sri Mulyani Mohon Maaf Tak Ada Snack Saat Rapat Imbas Hemat Anggaran
Kemenkeu Puji Komitmen...
Kemenkeu Puji Komitmen Jabar Soal Realisasi DAK Fisik Kesehatan Corona
Sah! Anggaran Kementerian...
Sah! Anggaran Kementerian Keuangan Dipangkas Rp8,9 Triliun
Berita Terkini
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
14 menit yang lalu
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
49 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
1 jam yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
1 jam yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
1 jam yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
1 jam yang lalu
Infografis
Sri Mulyani Copot Jabatan...
Sri Mulyani Copot Jabatan Rafael Alun dari Ditjen Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved