Defisit Dipangkas, Pemerintah Masih Doyan Tambah Utang

Senin, 29 Agustus 2016 - 18:33 WIB
Defisit Dipangkas, Pemerintah...
Defisit Dipangkas, Pemerintah Masih Doyan Tambah Utang
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, Indonesia masih akan menambah utang lagi hingga akhir 2016 seiring dengan defisit anggaran yang terjadi. Sebelumnya Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati target defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp296,7 triliun atau 2,35% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

(Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp3.953 Triliun)

Target ini lebih rendah dari Rancangan APBN-P 2016, dimana pemerintah mengusulkan target defisit sebesar Rp313,3 triliun atau 2,48% dari PDB. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan, pemerintah tetap akan menarik pinjaman meski target defisit dipangkas dengan tujuan pembiayaan belanja negara.

Meski begitu dia tidak menerangkan berapa persis jumlah utang yang akan bertambah sampai akhir tahun. "Kalian lihat saja di APBN-P perubahan defisitnya 2,35% dari PDB atau Rp296 triliun. Kita harus tambah utang selama tahun 2016," ujarnya di Jakarta, Senin (29/8/2016).

Dia mengakui pemerintah masih butuh utang, lantaran pemerintah ekspansif dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Diterangkan selama ada defisit, maka pemerintah mau tidak mau harus menambah utang.

"Tapi hal yang lazim dan juga untuk memastikan pengeluaran-pengeluaran prioritas itu bisa kita biayai. Apalagi ekonomi lagi slow down, pemerintah menjaga pengeluaran ketika pertumbuhan makin merosot ke bawah," tandasnya.

Sebagai informasi posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 3,7% (yoy) menjadi USD311,5 miliar atau sekitar Rp3.953 triliun (Rp13.155/USD) pada Februari 2016. Berdasarkan jangka waktu asal, posisi utang luar negeri Indonesia didominasi ULN berjangka panjang (87,7% dari total ULN).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Raup Rp10,75...
Pemerintah Raup Rp10,75 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara
Hingga April, Pemerintah...
Hingga April, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp223,8 Triliun
Kemenkeu Lelang SUN...
Kemenkeu Lelang SUN Rp20 Triliun untuk Tambal APBN 202O
Pemerintah Tarik Utang...
Pemerintah Tarik Utang Rp107,6 Triliun Per Januari 2024
Pemerintah Tarik Utang...
Pemerintah Tarik Utang Rp104,7 Triliun per Maret 2024
Pendapatan Negara Minus...
Pendapatan Negara Minus 12,4% Terbebani Guyuran Insentif
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved