DPR Minta Ditjen Pajak Keluar dari Kemenkeu

Rabu, 31 Agustus 2016 - 19:19 WIB
DPR Minta Ditjen Pajak...
DPR Minta Ditjen Pajak Keluar dari Kemenkeu
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng menilai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak seharusnya dapat berdiri sendiri dan langsung di bawah koordinasi Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga harus keluar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Langkah tersebut menurutnya sebagai upaya melakukan reformasi perpajakan

"Dibentuk dalam bentuk badan saja, namanya Badan Penerimaan Pajak," kata Mekeng di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2016).‎

Dia menerangkan dengan bebas dari kementerian, Ditjen Pajak atau Badan Perpajakan nantinya diharapkan dapat lebih leluasa bekerja. Menurut dia jika terpisah dari kementerian, Ditjen Pajak tidak akan lagi terbelenggu, diatur dan dipersulit oleh birokrasi kementerian.

(Baca Juga: Sri Mulyani Tak Gentar Hadapi Para Penggugat Amnesti Pajak)

Tak hanya itu, lanjut dia Ditjen Pajak juga akan dapat leluasa merekrut pemeriksa atau ‎auditor, terlebih kebutuhan pemeriksa saat ini sangat banyak. Dia mengungkapkan, saat ini hanya ada 8.000 orang pemeriksa pajak, sedangkan kebutuhannya puluhan ribu.‎ "Itu tidak seimbang di tengah tuntuan meningkatkan pendapatan pajak," paparnya.

(Baca Juga: Tagar #StopBayarPajak Diklarifikasi, Kini Muncul #SayaBayarPajak)

Mekeng menambahkan pemerintah dapat melakukan peningkatan pajak saat ini‎ melalui upaya ekstensifikasi dan intensifikasi atau dengan pembenahan tunggakan pajak yang sudah berkekuatan hukum tetap. Dengan cara ini ada upaya paksa badan, jika tetap tunggakannya tak dilunasi.

"Seperti dilakukan Debt Collector aja. Pakai upaya paksa saja kalau tetap tidak dipatuhi," ucap politikus Partai Golkar ini.

Pemerintah juga dimintanya untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force guna membenahi nomenklatur di tiap kementerian dan lembaga. Bidang-bidang yang lebih banyak menghabiskan anggaran atau dirasa tidak perlu agar direvitalisasi.

"Hal ini juga supaya pemotongan anggaran seperti terjadi sekarang bisa tepat sasaran. Pemotongan benar-benar pada sektor yang nomenklaturnya memang tidak efektif," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Perusahaan Pemungut...
Perusahaan Pemungut Pajak Digital Sudah Ditunjuk, Siapa Saja Mereka?
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
11 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
41 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved