OJK: Awas, Investasi Untung Besar dalam Waktu Singkat

Kamis, 01 September 2016 - 22:23 WIB
OJK: Awas, Investasi...
OJK: Awas, Investasi Untung Besar dalam Waktu Singkat
A A A
SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak masyarakat untuk semakin waspada dengan investasi yang menawarkan keunguntungan besar dalam waktu singkat. Pasalnya, bisa jadi investasi tersebut adalah investasi abal-abal yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat.

Kepala Kantor Regional OJK Jateng dan DIY Panca Hadi Suryatno mengatakan, sampai saat ini meski investasi bodong sudah cukup banyak memakan korban, namun tidak lantas membuat masyarakat semakin waspada.

"Iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat masih menjadi magnet yang mampu menarik minat masyarakat," katanya di Semarang, Kamis (1/9/2016).

Panca mengaku, dengan kondisi ekonomi saat ini masyarakat seharusnya semakin meningkatkan kewaspadaan dalam berinvestasi. Karena itu, pihaknya mengajak masyarkat untuk teliti terlebih dahulu sebelum melakukan investasi.

"Sebenarnya dengan tingkat pendapatan tinggi risikonya juga tinggi. Sebab itu, sebelum investasi kita harus tahu apa produknya, apa usahanya, persyaratannya bagaimana, direksinya siapa, harus dikroscek semua. Kalau investasi itu member get member sudah pasti bahaya," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan kasus invetasi bodong yang dilakukan oleh PT Berjaya Indah Guna di Kabupaten Pati yang merugikan puluhan orang hingga Rp26 miliar, Panca mengaku belum bisa memastikan apakah sudah menerima laporan atau belum.

"Beberapa hari lalu memang ada laporan, tapi apakah dari kasus itu atau tidak saya kurang tahu. Tapi yang jelas sejauh ini laporan masih banyak pada kasus perbankan, sementara untuk investasi masih relatif kecil," tuturnya.

Dia menyebutkan, dengan maraknya investasi dan penghimpunan dana secara ilegal, saat ini OJK telah membentuk satuan tugas (Satgas) Waspada Investasi yang berfungsi untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Sehubungan dengan maraknya praktik bisnis yang berkedok investasi dan penghimpunan dana ilegal yang merugikan masyarakat, dikhawatirkan akan berdampak dalam jangka panjang.

Selain merugikan masyarakat, hal tersebut dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat khususnya konsumen sektor jasa keuangan terhadap investasi atau penghimpunan dana yang memiliki izin dari otoritas yang berwenang.

"Pihak yang melakukan penawaran investasi atau penghimpunan dana ilegal yang merugikan masyarakat, tidak berada di bawah pengawasan OJK, mengingat perusahaan atau pihak tersebut bukanlah Lembaga Jasa Keuangan," katanya.

Atas dasar itu, melalui satgas waspada investasi diharapkan dapat memberikan sosialisasi, dan edukasi bagi masyarakat, serta tindakan hukum bagi para pelakunya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Tekankan Pentingnya...
OJK Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan dan Investasi Anak Sejak Dini
OJK Setop Izin Baru...
OJK Setop Izin Baru Perusahaan Manajer Investasi
Hati-hati! Tawaran Investasi...
Hati-hati! Tawaran Investasi Skema Ponzi, OJK Beberkan Ciri-cirinya
Kalau Mau Keblangsak,...
Kalau Mau Keblangsak, Abaikan Saja Tujuh Bocoran OJK Soal Kesalahan Berinvestasi Ini!
Mau Cuan di Masa Pandemi?...
Mau Cuan di Masa Pandemi? Yuk Smart Berinvestasi!
Kalau Tak Kuat Nanggung...
Kalau Tak Kuat Nanggung Rugi, Pilih Menabung Saja
Berita Terkini
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
15 menit yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
1 jam yang lalu
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
2 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
9 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
11 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
12 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved