Tekanan Kenaikan Harga Bakal Meningkat di November

Selasa, 06 September 2016 - 01:11 WIB
Tekanan Kenaikan Harga...
Tekanan Kenaikan Harga Bakal Meningkat di November
A A A
JAKARTA - Tekanan kenaikan harga diprediksi oleh Bank Indonesia (BI) akan meningkat di November 2016. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) bulan November sebesar 151,1 atau naik 143,7 pada bulan sebelumnya.

"Peningkatan tekanan kenaikan harga di perkirakan terjadi pada hampir semua kelompok komoditas dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makaman diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok sandang," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta.

Tekanan kenaikan harga juga diperkirakan terjadi pada bulan Februari 2017. Sementara itu, optimistis konsumen terhadap kondisi ekonomi bulan Februari 2017 diprediksi meningkat. Hal tersebut tercermin dari indeks ekspektasi konsumen (IEK) Agustus 2016 sebesar 129,5 naik 2,4 poin dari bulan sebelumnya.

Menurut Tirta, meningkatnya IEK didorong oleh peningkatan seluruh komponen pembentuknya terutama ekspektasi kegiatan usaha. Indeks ekspektasi kegiatan usaha bulan Februari mendatang tercatat naik, seiring dengan membaiknya ekspektasi terhadap kegiatan usaha tersebut, indeks ekspektasi penghasilan, dan indeks ketersediaan lapangan kerja.

Berdasarkan survei BI, keyakinan konsumen pada Agustus 2016 masih berada pada level optimistis meskipun menurun dibandingkan bulan sebelumnya. "Hal itu tercermin dari indeks keyakinan konsumen (IKK) Agustus 2016 sebesar 113,3 lebih rendah dari 114,2," ungkap dia.

Diterangkan menurunnya IKK pada Agustus 2016 terutama disebabkan oleh penurunan indeks kondisi ekonomi saat ini sebesar 4 poin menjadi 97,2. Sementara indeks ekspektasi konsumen (IEK) naik 2,4 poin menjadi 129,5.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved