Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka di Zona Positif
Selasa, 06 September 2016 - 09:13 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka di Zona Positif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan awal hari ini kembali di jalur positif setelah kemarin ditutup menguat tipis. Bursa saham Tanah Air dibuka menguat 7,86 poin atau 0,15% ke level 5.364,81 pada saat bursa Asia dibuka mixed (6/9/2016).
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup menguat 3,49 poin atau 0,07% ke level 5.356,95. Penguatan tersebut terjadi di tengah menguatnya bursa saham Asia.
Dilansir CNBC, Selasa (6/9/2016), bursa saham Asia hari ini dibuka mixed (variatif). Hal tersebut lantaran investor melihat ke depan atas pertemuan yang dilakukan oleh Reserve Bank of Australia.
Di Australia sendiri, Indeks saham ASX 200 dibuka turun 0,32% disebabkan sektor material turun 0,59% dan sektor keuangan menurun 0,35%, namun sektor energi naik 0,25%. Di sisi lain, Indeks Nikkei 225 mendatar selama awal perdagangan, dan Indeks Kospi Korea Selatan juga tidak berubah.
Sektor saham di dalam negeri pada hari ini hampir semuanya berada di zona hijau. Di mana sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 0,62%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah perdagangan yang turun 0,21%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp12 miliar dengan 3 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp381,47 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp8,53 miliar dan aksi beli sebesar Rp8,15 miliar. Tercatat 28 saham menguat, 8 saham melemah dan 7 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp225 menjadi Rp64.225, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp125 menjadi Rp45.200, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp100 menjadi Rp16.500.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp100 menjadi Rp18.425, PT Bank negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp75 menjadi Rp5.750, dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp15 menjadi Rp1.740.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup menguat 3,49 poin atau 0,07% ke level 5.356,95. Penguatan tersebut terjadi di tengah menguatnya bursa saham Asia.
Dilansir CNBC, Selasa (6/9/2016), bursa saham Asia hari ini dibuka mixed (variatif). Hal tersebut lantaran investor melihat ke depan atas pertemuan yang dilakukan oleh Reserve Bank of Australia.
Di Australia sendiri, Indeks saham ASX 200 dibuka turun 0,32% disebabkan sektor material turun 0,59% dan sektor keuangan menurun 0,35%, namun sektor energi naik 0,25%. Di sisi lain, Indeks Nikkei 225 mendatar selama awal perdagangan, dan Indeks Kospi Korea Selatan juga tidak berubah.
Sektor saham di dalam negeri pada hari ini hampir semuanya berada di zona hijau. Di mana sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 0,62%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah perdagangan yang turun 0,21%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp12 miliar dengan 3 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp381,47 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp8,53 miliar dan aksi beli sebesar Rp8,15 miliar. Tercatat 28 saham menguat, 8 saham melemah dan 7 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp225 menjadi Rp64.225, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp125 menjadi Rp45.200, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp100 menjadi Rp16.500.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp100 menjadi Rp18.425, PT Bank negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp75 menjadi Rp5.750, dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp15 menjadi Rp1.740.
(izz)
Lihat Juga :