BEI: Masyarakat Cenderung Hindari Pajak

Selasa, 06 September 2016 - 10:45 WIB
BEI: Masyarakat Cenderung...
BEI: Masyarakat Cenderung Hindari Pajak
A A A
JAKARTA - Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Efek PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyarbaini menilai masyarakat cenderung menghindari pajak, baik secara sengaja maupun tidak.

"Banyak pandangan di masyarakat bayar pajak sesuatu yang dihindari. Terlepas lupa atau tidak mau bayar pajak," ujar dia di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Hamdi menjelaskan, pembayaran pajak merupakan kepastian dalam membangun Indonesia. Tak lain karena menjadi bagian dari penerimaan negara dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

"Seperti kata founder Amerika Serikat Benyamin Franklin, tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali kematian dan pajak. Di tengah dinamika ekonomi, kita sambut baik gebrakan amnesti pajak, mengutip kata Pak Presiden, amnesti pajak langkah besar, kebijakan ini bawa ekonomi Indonesia lebih kuat, kompetitif dibandingkan negara lain," tuturnya.

Kebijakan amnesti pajak, kata dia, sudah pernah ada sebelumnya pada 1964, 1984, dan 2008. Namun, tidak berjalan lancar sesuai harapan. "Kebijakan perpajakan seperti amnesti pajak pernah dilakukan 1964, 1984, dan 2008. Pemerintah meluncurkannya dengan tujuan meningkatkan ekonomi dan mengangkat kepercayaan pasar," kata Hamdi.

Sementara, tax amnesty tahun ini berbeda dengan yang ada sebelumnya. Ada kepastian hukum dalam bentuk Undang-Undang (UU). "Amnesti pajak tahun ini perbedaan mendasar kepastian hukum tingkatan UU. Sebelumnya hanya peraturan pemerintah," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Jokowi Resmi Luncurkan...
Jokowi Resmi Luncurkan Bursa Karbon: Kontribusi Nyata Indonesia Lawan Krisis Iklim
Bursa Karbon Terbit...
Bursa Karbon Terbit Pekan Depan, BEI: Kami Belum Dapat Izin OJK
OJK Sebut Transaksi...
OJK Sebut Transaksi Bursa Karbon Bakal Meluncur dalam Waktu Dekat
KPK: 134 Pegawai Pajak...
KPK: 134 Pegawai Pajak Miliki Saham di 280 Perusahaan Tak Terdaftar di Bursa Efek
Pengembalian Pembayaran...
Pengembalian Pembayaran Pajak Meledak hingga Rp340 Triliun, Apa Efek Restitusi Pajak?
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Hindari Tarif Trump,...
Hindari Tarif Trump, Apple Terbangkan 1,5 Juta iPhone dari India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved