Rini Bakal Hapus Kementerian BUMN jika Holding 6 Sektor Sukses
Kamis, 08 September 2016 - 14:25 WIB
Rini Bakal Hapus Kementerian BUMN jika Holding 6 Sektor Sukses
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengemukakan bahwa pembentukan super holding, melalui penghapusan Kementerian BUMN masih menunggu kesuksesan dari program holdingisasi. Saat ini, pihaknya masih konsentrasi pada pembentukan holding per sektor.
(Baca Juga: Bentuk Super Holding, Rini Wacanakan Hapus Kementerian BUMN)
Saat ini, pihaknya memang tengah mematangkan rencana pembentukan holding untuk enam sektor. Adapun enam sektor tersebut di antaranya, sektor jalan tol, perumahan, perbankan, migas, tambang, dan pangan.
"Ada pemikiran ke sana (super holding), tetapi masih setelah kita melihat tentunya dengan proses dan hasil-hasil. kalau kita sudah buat sektoral holding, maka yang utama adalah pengembangannya bagaimana," katanya di JCC Jakarta, Kamis (8/9/2016).
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) menyatakan, bentuk holding yang tengah dirintisnya bukan seperti Temasek, Singapura ataupun Khasanah, Malaysia. Sebab, yang diprioritaskan saat ini adalah holding sektoral.
"Kita bukan khasana, tamasek. karena yang kita buat sektoral sektoral holding. kita belum putuskan super holding. Kita konsentrasi sektoran holding," tandasnya.
(Baca Juga: Bentuk Super Holding, Rini Wacanakan Hapus Kementerian BUMN)
Saat ini, pihaknya memang tengah mematangkan rencana pembentukan holding untuk enam sektor. Adapun enam sektor tersebut di antaranya, sektor jalan tol, perumahan, perbankan, migas, tambang, dan pangan.
"Ada pemikiran ke sana (super holding), tetapi masih setelah kita melihat tentunya dengan proses dan hasil-hasil. kalau kita sudah buat sektoral holding, maka yang utama adalah pengembangannya bagaimana," katanya di JCC Jakarta, Kamis (8/9/2016).
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) menyatakan, bentuk holding yang tengah dirintisnya bukan seperti Temasek, Singapura ataupun Khasanah, Malaysia. Sebab, yang diprioritaskan saat ini adalah holding sektoral.
"Kita bukan khasana, tamasek. karena yang kita buat sektoral sektoral holding. kita belum putuskan super holding. Kita konsentrasi sektoran holding," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :