IHSG Ditutup Loyo Saat Bursa Asia Berakhir Variatif
Kamis, 08 September 2016 - 16:36 WIB
IHSG Ditutup Loyo Saat Bursa Asia Berakhir Variatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini ditutup loyo setelah pada perdagangan kemarin berakhir menguat. Pasar saham Tanah Air hari ini ditutup melemah 10,28 poin atau 0,19% ke level 5.371,08.
Sementara, IHSG sesi I melemah 6,58 poin atau 0,12% ke level 5.374,77, dan pada pembukaan tadi pagi dibuka menguat tipis sebesar 0,81 poin atau 0,02% ke level 5.382,16. Sementara, pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup naik 9,26 poin atau 0,17% ke level 5.381,35.
Dilansir CNBC, Kamis (8/9/2016) bursa saham Asia ditutup mixed (variatif) dengan Indeks bursa di Jepang, Nikkei 225 ditutup turun 0,32% atau 53,67 poin ke level 16.958,77, karena yen tetap relatif kuat.
Di Australia, Indeks ASX 200 berakhir turun 0,71% atau 38,45 poin ke level 5.385,8, dengan sektor energi turun 1,38%, sektor material kehilangan 1,43%, dan sektor keuangan melemah 0,44%.
Di daratan China, Shanghai komposit ditutup justru naik 0,15% atau 4,674 poin ke level 3.096,602 dan komposit Shenzhen berakhir naik 0,27% atau 5,527 poin ke level 2.050,8.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,72% selama perdagangan Asia. Sementara, di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup naik tipis hanya 0,09% atau 1,85 poin ke level 2.063,73.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan hari ini mixed atau variatif. memerah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah infrastruktur yang turun 0,92%, dan sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang naik 1,23%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,57 triliun dengan 5,12 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp253,08 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,55 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp2,30 triliun. Tercatat 149 saham menguat, 180 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp140 menjadi Rp705, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) naik Rp110 menjadi Rp1.705, dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) naik Rp35 menjadi Rp1.660.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp825 menjadi Rp62.450, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp300 menjadi Rp8.150, dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) turun Rp250 menjadi Rp413.500.
Sementara, IHSG sesi I melemah 6,58 poin atau 0,12% ke level 5.374,77, dan pada pembukaan tadi pagi dibuka menguat tipis sebesar 0,81 poin atau 0,02% ke level 5.382,16. Sementara, pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup naik 9,26 poin atau 0,17% ke level 5.381,35.
Dilansir CNBC, Kamis (8/9/2016) bursa saham Asia ditutup mixed (variatif) dengan Indeks bursa di Jepang, Nikkei 225 ditutup turun 0,32% atau 53,67 poin ke level 16.958,77, karena yen tetap relatif kuat.
Di Australia, Indeks ASX 200 berakhir turun 0,71% atau 38,45 poin ke level 5.385,8, dengan sektor energi turun 1,38%, sektor material kehilangan 1,43%, dan sektor keuangan melemah 0,44%.
Di daratan China, Shanghai komposit ditutup justru naik 0,15% atau 4,674 poin ke level 3.096,602 dan komposit Shenzhen berakhir naik 0,27% atau 5,527 poin ke level 2.050,8.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,72% selama perdagangan Asia. Sementara, di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup naik tipis hanya 0,09% atau 1,85 poin ke level 2.063,73.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan hari ini mixed atau variatif. memerah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah infrastruktur yang turun 0,92%, dan sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang naik 1,23%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,57 triliun dengan 5,12 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp253,08 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,55 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp2,30 triliun. Tercatat 149 saham menguat, 180 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp140 menjadi Rp705, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) naik Rp110 menjadi Rp1.705, dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) naik Rp35 menjadi Rp1.660.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp825 menjadi Rp62.450, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp300 menjadi Rp8.150, dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) turun Rp250 menjadi Rp413.500.
(izz)
Lihat Juga :