BI Ungkap Penyebab Kredit Perbankan Anjlok Tahun Ini
Jum'at, 09 September 2016 - 11:31 WIB
BI Ungkap Penyebab Kredit Perbankan Anjlok Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan penyebab rata-rata kredit perbankan nasional anjlok hingga di bawah 10%, karena faktor ekonomi global yang masih lemah dan harga komoditas belum pulih.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, dua faktor itu membuat ekspor Indonesia menurun. Sehingga berbanding lurus dengan penyaluran kredit.
"Kalau kredit tahun ini kita perkirakan akan jatuh di bawah 10%. Itu adalah faktor ekonomi global yang masih lemah membuat ekspor kita turun, harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia belum pulih," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/9/2016).
Selain itu, kata dia, juga ada penyebab lain dari dalam negeri seperti ada kecenderungan Non Performing Loan (NPL) yang sedikit meningkat. Ini membuat perbankan lebih hati-hati menyalurkan pembiayaan.
"Tapi, yang kita perlu lebih perhatikan adalah permintaan domestik tidak begitu kuat. Sehingga, pertumbuhan kredit di bawah 10%," kata Agus.
Kendati demikian, lanjut dia, kredit perbankan diharapkan bisa meningkat tahun depan. Ditopang oleh perbaikan usaha di sektor swasta dan pembangunan infrastruktur pemerintah.
"Tahun depan kita harapkan sudah ada suatu perbaikan dari swasta, mereka akan lebih aktif memulai investasi. Pemerintah juga walaupun ada sedikit kosolidasi di fiskal (pemangkasan anggaran) juga akan terus dengan pembangunan infrastrukturnya, kita lihat akan lebih baik," pungkasnya.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, dua faktor itu membuat ekspor Indonesia menurun. Sehingga berbanding lurus dengan penyaluran kredit.
"Kalau kredit tahun ini kita perkirakan akan jatuh di bawah 10%. Itu adalah faktor ekonomi global yang masih lemah membuat ekspor kita turun, harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia belum pulih," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/9/2016).
Selain itu, kata dia, juga ada penyebab lain dari dalam negeri seperti ada kecenderungan Non Performing Loan (NPL) yang sedikit meningkat. Ini membuat perbankan lebih hati-hati menyalurkan pembiayaan.
"Tapi, yang kita perlu lebih perhatikan adalah permintaan domestik tidak begitu kuat. Sehingga, pertumbuhan kredit di bawah 10%," kata Agus.
Kendati demikian, lanjut dia, kredit perbankan diharapkan bisa meningkat tahun depan. Ditopang oleh perbaikan usaha di sektor swasta dan pembangunan infrastruktur pemerintah.
"Tahun depan kita harapkan sudah ada suatu perbaikan dari swasta, mereka akan lebih aktif memulai investasi. Pemerintah juga walaupun ada sedikit kosolidasi di fiskal (pemangkasan anggaran) juga akan terus dengan pembangunan infrastrukturnya, kita lihat akan lebih baik," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :