Wall Street Merosot Tajam Terseret Sektor Energi

Rabu, 14 September 2016 - 08:42 WIB
Wall Street Merosot...
Wall Street Merosot Tajam Terseret Sektor Energi
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh tajam pada akhir perdagangan kemarin waktu setempat, terseret kejatuhan saham energi terimbas harga minyak dunia yang kembali melemah. Ditambah sektor keuangan juga mengalami tekanan karena meredanya peluang kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed rate untuk jangka pendek.

Tekanan terbesar datang dari 10 sektor indeks S & P 500 yang kesemuanya berada dalam zona merah diikuti indeks Dow Jones industrial average. Indeks energi terpeleset mencapai 2,86% dipimpin penurunan harga minyak mentah dunia sebesar 3% setelah IEA maupun OPEC (Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia) mengatakan kondisi kelebihan pasokan masih akan bertahan cukup lama.

Ditambah sebelumnya tiga pejabat tinggi Fed atau Bank Sentral AS mengambil sikap dovish terhadap kenaikan suku bunga acuan, berbeda dengan pernyataan mereka yang lebih agresif selama dua pekan terakhir. "Ada ketidakpastian mengenai kenaikan (suku bunga) untuk membuat investor kehilangan kepercayaan terhadap komentar yang datang dari petinggi Fed," ucap Manajer Direktur Janlyn Capital Andre Bakhos.

Tercatat Dow Jones industrial average mengalami penurunan 1,41% untuk mengakhir sesi perdagangan di level 18.066,75, ketika indeks S & P 500 kehilangan 1,48% menjadi 2.127,02. Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi pada Komposit Nasdaq yang menyusut 1,09% menjadi 5.155,26.

Indeks keuangan S & P jatuh mencapai 1,82%. Titik terang hanya di pasar keuangan datang dari saham Apple yang melompat 2,55% setelah laporan permintaan yang kuat untuk smartphone terbaru mereka. Di sisi lain saham Freeport McMoRan jatuh 8,39%, saat 8,2 miliar saham diperdagangan Wall Street pada sesi kemarin. Ini di atas rata-rata harian 6,3 miliar selama 20 sesi menurut data Thomson Reuters.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
16 menit yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
23 menit yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
47 menit yang lalu
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
1 jam yang lalu
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
1 jam yang lalu
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
1 jam yang lalu
Infografis
Sumber Energi, Berikut...
Sumber Energi, Berikut 7 Buah Tinggi Kandungan Karbohidrat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved