Empat Menko Ajukan Anggaran 2017 Rp1,5 Triliun

Rabu, 14 September 2016 - 14:51 WIB
Empat Menko Ajukan Anggaran...
Empat Menko Ajukan Anggaran 2017 Rp1,5 Triliun
A A A
JAKARTA - Empat menteri koordinator (menko) kabinet kerja mengajukan anggaran dengan total Rp1,5 triliun untuk tahun depan. Anggaran paling besar Menko Perekonomian‎ sebesar Rp560,9 miliar.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, besarnya kebutuhan anggaran tahun depan untuk kementeriannya karena kebutuhan untuk tambah belanja yakni sebesar Rp210,5 miliar.

"Tambahan anggaran untuk tahun depan yakni Rp210,5 miliar. Kami ajukan kepada badan anggaran (Banggar), sehingga total anggaran 2017 diusulkan menjadi Rp560,9 miliar. Kami merinci, Rp210,5 itu untuk tambahan," katanya di Banggar DPR, Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Dia mengatakan, penambahan ini adalah instruksi Presiden, berdasarkan PP, Perpres dan Inpres yang telah memberikan tugas-tugas khusus.

Untuk Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), anggaran yang diajukan yakni Rp381,5 miliar. Menko PMK Puan Maharani mengatakan, anggaran ini turun atau lebih rendah 3% dibanding 2016. "Untuk pagu Kemenko PMK sebesar Rp381,5 miliar. Ini memang turun 3%," ujar Puan.

Menurutnya, untuk sasaran program kerja yang akan dijalankan yakni berupa dukungan manajemen dan pelaksanaan program teknis dan koordinasi kebijakan meliputi pembangunan karakter dan reformasi birokrasi.

Sementara, untuk Menko Politik, Hukum dan Keamanan, yang dijabat Wiranto, mengajukan anggaran sebesar Rp281,1 miliar. "Anggaran ini alokasinya untuk menjalankan program kepastian penegakan hukum, rasa aman dan ketertiban, politik dan demokrasi yang sehat, dukungan birokrasi yang profesional," imbuhnya.

Sedangkan untuk Menko Kemaritiman yang dijabat Luhut Binsar Pandjaitan, mengajukan anggaran sebesar Rp350,5 miliar. Untuk porsi anggaran paling besar yakni untuk belanja barang di kementeriannya dan menyelesaikan berbagai persoalan.

"Distribusi pagu anggaran sementara 2017 kami alokasikan untuk belanja barang paling banyak sekitar 85%-86% karena untuk kantor dan kunjungan-kunjungan dan penelitian ke daerah," pungkasnya. ‎
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Komisi IV DPR Dukung...
Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Rincian Pemangkasan...
Rincian Pemangkasan Anggaran Kementerian/Lembaga
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
6 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
7 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
7 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
8 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
8 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
9 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved