Darmin: Harga Acuan 7 Komoditas dari Pemerintah Tidak Flat

Rabu, 14 September 2016 - 17:02 WIB
Darmin: Harga Acuan...
Darmin: Harga Acuan 7 Komoditas dari Pemerintah Tidak Flat
A A A
JAKARTA - Gonjang-ganjing harga komoditas pangan membuat pemerintah meluncurkan harga acuan tujuh komoditas pangan utama bagi masyarakat. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan bahwa, harga referensi ini agar masyarakat dan pasar bisa lebih tahu mengenai harga acuan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Meski demikian, kata Darmin, harga tersebut tidak flat. Dalam dua atau tiga bulan, harga bisa berubah. Dan masyarakat diharapkan siap untuk menghadapi perubahan harga tersebut.

"Jadi harga referensi supaya masyarakat dan market juga tahu bahwa referensi yang kita arahkan itu begitu. Dan tidak berarti akan tetap begitu terus bisa saja, nanti dua bulan lagi kita turunkan. Tapi berdasarkan situasi sekarang, menteri perdagangan mengusulkan agar dibuat harga referensi baik di tingkat pengecer maupun petani," kata Darmin di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Darmin mengtakan harga tersebut pastinya akan dievaluasi terus sesuai dengan suplai dan permintaannya. Jika ada perubahan drastis akan dibicarakan secara mendalam.

"Kami akan terus evaluasi. Kalau ada perubahan drastis ya kami rapat dulu. Tentu saja kalau ada perubahan ya. Tapi kami enggak menetapkan perubahannya akan berapa lama," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemdag) telah merampungkan aturan tentang harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen. Belaid tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 63 tahun 2016 yang telah diteken beberapa hari lalu.

Beberapa komoditas yang telah ditetapkan harga acuannya: gula dengan harga Rp12.500 per kilogram (kg) di tingkat konsumen dan daging sapi Rp80.000 per kg di tingkat konsumen.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Awas, Sanksi Luhut Mengancam...
Awas, Sanksi Luhut Mengancam Perusahaan Nakal Tak Patuh Harga Patokan Biji Nikel
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
2 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
2 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
3 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
3 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved