Harga Masih Mahal, Bulog Kembali Tambah Stok Gula di Sulut
Kamis, 15 September 2016 - 05:43 WIB
Harga Masih Mahal, Bulog Kembali Tambah Stok Gula di Sulut
A
A
A
MANADO - Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Utara dan Gorontalo kembali menambah stok gula di Sulut, lantaran harga gula di pasaran masih tergolong tinggi. Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sulut dan Gorontalo, Sabaruddin Amrullah menyatakan, saat ini akan masuk pasokan gula sebanyak 1.100 ton dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN X) dan PTPN XI, Jawa Timur.
“Saat ini sedang dalam perjalanan tambahan stok gula yang akan masuk Gudang Bulog di Bitung. Totalnya 1.100 ton. Pasokan gula terus kami tambah dalam upaya menstabilkan harga gula yang saat ini masih tinggi di pasaran,” ujar Amrullah di Kantor Bulog Divre Sulut dan Gorontalo, Rabu (14/9/2016).
Sebelumnya, Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo telah mendistribusikan 111 ton gula pasir ke masyarakat Sulut, demi menekan tingginya harga gula yang sudah melonjak bahkan sebelum pelaksanaan Idul Fitri bulan Juli lalu. Bulog telah bekerja sama dengan BUMN seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Pabrik Gula Gorontalo, mendistribusikan gula bagi masyarakat Sulut melalui operasi pasar dan pasar murah yang digelar di banyak titik di kabupaten dan kota.
Pemerintah menargetkan harga gula di akhir tahun bisa normal kembali di kisaran Rp12.000. Bulog dalam peran stabilisasi harga, terus mengupayakan menjual harga gula di bawah harga pasar yang berlaku, sehingga masyarakat mendapatkan alternatif pilihan. "Dengan demikian, ketika ada harga lebih rendah dengan kualitas yang sama, tentu konsumen akan lebih memilih harga terendah,” jelasnya.
Untuk terus menyebar gula hingga di konsumen akhir, Bulog pun menggaet sejumlah distributor untuk menjual dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah saat ini, yakni Rp12.500 per kilogram. Saat ini, setidaknya tiga distributor siap menyalurkan gula yang didatangkan dari Jawa Timur.
Bulog menjamin, distributor yang ditunjuk merupakan distributor yang bertanggung jawab menjual sesuai harga HET. Sebelum resmi menjadi rekanan Bulog dalam menyalurkan gula ke masyarakat, distributor berhak menandatangani kesanggupan menjual dengan harga HET.
Bulog sendiri memperkenankan distributor membayar harga gula Rp11.800 per kilogram, jika dijemput langsung ke gudang Bulog Divre Sulut dan Gorontalo yang terletak di kota Bitung. Terdapat margin Rp700 bagi distributor, sehingga tidak ada alasan bagi distributor untuk menjual melampaui HET yang ditetapkan yakni Rp12.500 per kilogram.
Dari evaluasi Bulog hingga saat ini, harga gula cenderung mulai turun. Kami pantau terakhir, harga gula di pasaran mulai bergeser di rentang Rp15.000-Rp16.000 per kilogram. Sebelumnya harga sempat menyentuh Rp18.000 per kilogram.
"Dengan upaya menyiapkan kecukupan pasokan gula, dengan intens melakukan distribusi gula dengan harga Rp12.500 per kilo gram, diharapkan harga dapat kembali stabil,” tambah Minarfi Syamsudin, Kepala Bidang Komersial Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo.
“Saat ini sedang dalam perjalanan tambahan stok gula yang akan masuk Gudang Bulog di Bitung. Totalnya 1.100 ton. Pasokan gula terus kami tambah dalam upaya menstabilkan harga gula yang saat ini masih tinggi di pasaran,” ujar Amrullah di Kantor Bulog Divre Sulut dan Gorontalo, Rabu (14/9/2016).
Sebelumnya, Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo telah mendistribusikan 111 ton gula pasir ke masyarakat Sulut, demi menekan tingginya harga gula yang sudah melonjak bahkan sebelum pelaksanaan Idul Fitri bulan Juli lalu. Bulog telah bekerja sama dengan BUMN seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Pabrik Gula Gorontalo, mendistribusikan gula bagi masyarakat Sulut melalui operasi pasar dan pasar murah yang digelar di banyak titik di kabupaten dan kota.
Pemerintah menargetkan harga gula di akhir tahun bisa normal kembali di kisaran Rp12.000. Bulog dalam peran stabilisasi harga, terus mengupayakan menjual harga gula di bawah harga pasar yang berlaku, sehingga masyarakat mendapatkan alternatif pilihan. "Dengan demikian, ketika ada harga lebih rendah dengan kualitas yang sama, tentu konsumen akan lebih memilih harga terendah,” jelasnya.
Untuk terus menyebar gula hingga di konsumen akhir, Bulog pun menggaet sejumlah distributor untuk menjual dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah saat ini, yakni Rp12.500 per kilogram. Saat ini, setidaknya tiga distributor siap menyalurkan gula yang didatangkan dari Jawa Timur.
Bulog menjamin, distributor yang ditunjuk merupakan distributor yang bertanggung jawab menjual sesuai harga HET. Sebelum resmi menjadi rekanan Bulog dalam menyalurkan gula ke masyarakat, distributor berhak menandatangani kesanggupan menjual dengan harga HET.
Bulog sendiri memperkenankan distributor membayar harga gula Rp11.800 per kilogram, jika dijemput langsung ke gudang Bulog Divre Sulut dan Gorontalo yang terletak di kota Bitung. Terdapat margin Rp700 bagi distributor, sehingga tidak ada alasan bagi distributor untuk menjual melampaui HET yang ditetapkan yakni Rp12.500 per kilogram.
Dari evaluasi Bulog hingga saat ini, harga gula cenderung mulai turun. Kami pantau terakhir, harga gula di pasaran mulai bergeser di rentang Rp15.000-Rp16.000 per kilogram. Sebelumnya harga sempat menyentuh Rp18.000 per kilogram.
"Dengan upaya menyiapkan kecukupan pasokan gula, dengan intens melakukan distribusi gula dengan harga Rp12.500 per kilo gram, diharapkan harga dapat kembali stabil,” tambah Minarfi Syamsudin, Kepala Bidang Komersial Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo.
(ven)
Lihat Juga :