Google Menolak Bayar Pajak, Pemerintah Harus Tindak Tegas

Kamis, 15 September 2016 - 21:55 WIB
Google Menolak Bayar...
Google Menolak Bayar Pajak, Pemerintah Harus Tindak Tegas
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengungkapkan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Google menolak membayar pajak di wilayah yurisdiksi Indonesia. Sementara itu, otoritas pajak terus memproses masalah pajak perusahaan raksasa teknologi lainnya, yakni Facebook dan Twitter.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus, Muhammad Haniv berujar, sudah mengadakan pembicaraan beberapa kali dengan Google karena beroperasi di Indonesia, termasuk perwakilan Google dari Singapura. Google juga disebutnya menjanjikan perwakilan dari AS akan datang menemui petugas DJP.

"Tapi ternyata sebulan yang lalu, mereka memulangkan surat perintah pemeriksaaan. Jadi mereka menolak untuk diperiksa," kata Haniv di Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Haniv mengatakan, penolakan pemeriksaan merupakan indikasi adanya pidana perpajakan. Dia menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap keras terhadap Google dengan meningkatkan statusnya menjadi pemeriksaan bukti permulaan (bukper) karena tidak hanya menolak diperiksa, juga menolak menjadi badan usaha tetap (BUT) di Indonesia.

Kendati demikian, Haniv menuturkan, pihaknya mengaku dilema dalam melakukan penegakan hukum perpajakan. Karena saat ini pemerintah tengah fokus menerapkan kebijakan amnesti pajak. Direktur Jenderal Pajak, kata dia, telah menginstruksikan kepada para fiskus untuk menghentikan pemeriksaan bukper, kecuali hal-hal yang bersifat khusus.

Haniv berpendapat, upaya keras yang bersifat memaksa tidak hanya dilakukan oleh otoritas pajak Indonesia. Sejumlah negara di dunia seperti Perancis dan Inggris juga melakukan langkah serupa untuk memaksa perusahaan multinasional membayar pajak. "Meskipun negara yang berhasil memajaki Google dan lainnya itu sampai sekarang baru Inggris. Perancis juga keras. Jadi ini yang kita lakukan," sambungnya.

Sementara itu, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, instruksi penghentian pemeriksaan bukper dilakukan sepanjang WP ikut program amnesti pajak. Ken menggarisbawahi keikutsertaan WP dalam program amnesti pajak harus dibuktikan dengan menyampaikan surat pernyataan harta (SPH). "Jadi harus ikut SPH, jangan janji akan-akan (ikut), Jadi itu instruksinya," tegasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Netflix hingga Google...
Netflix hingga Google Cs Setor Pajak ke Sri Mulyani Rp13,29 Triliun
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
55 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Siap-siap, Nunggak Bayar...
Siap-siap, Nunggak Bayar Pajak Tak Bisa Urus SIM hingga Paspor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved