Wall Street Pulih di Tengah Ketidakpastian Kenaikan Suku Bunga AS
Jum'at, 16 September 2016 - 08:56 WIB
Wall Street Pulih di Tengah Ketidakpastian Kenaikan Suku Bunga AS
A
A
A
NEW YORK - Wall Street berangsur pulih pada akhir perdagangan kemarin waktu setempat, Kamis (15/9) setelah mencetak rally sebesar 1%. Kenaikan saham Apple ke posisi tertinggi sejak 2014 menopang kenaikan bursa saham Amerika Serikat (AS), ditambah spekulasi seputar kenaikan suku bunga acuan AS pada pekan depan.
Dilansir Reuters, Jumat (16/9/2016) saham Apple (AAPL.O) melompat sebesar 3,4% untuk memberikan dorongan peningkatan kepada tiga indeks utama. Diberitakan penjualan pertama iPhone7 plus pada periode pertama telah ludes terjual secara global.
Sementara data penjualan ritel dan kegiatan industri jauh lebih baik dari yang diharapkan pada Agustus. Di sisi lain, laporan lain menunjukkan perlambatan seperti pertumbuhan ketenagakerjaan dan kemorosotan sektor manufaktur. Kondisi ini membuat peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga mulai meredup jelang pertemuan pada pekan depan.
"Hal-hal ini menunjukkan Fed tidak perlu untuk menaikkan suku bunga pada bulan September. Rally hari ini menjadi salah satu alasannya," ucap Manajer Partner Harris Financial Group Jamie Cox.
Tercatat Dow Jones industrial average (DJI) melompat naik sebesar 0,99 persen untuk mengakhiri perdagangan kemarin di level 18.212,48, sedangkan indeks S & P 500 rally 1,01% menjadi 2.147,26. Kenaikan juga terjadi pada komposit Nasdaq sebesar 1,47% menjadi 5.249,69.
Indeks energi melesat 1,09% ketika harga minyak mentah membaik untuk mendorong saham Chevron (CVX.N) naik 1,10%. Saham Apple juga bergelombang sebesar 12% selama empat sesi. Sekitar 6,7 miliar saham diperdagangkan, tepat di atas rata-rata harian 6,5 miliar selama 20 sesi menurut data perdagangan Thomson Reuters.
Dilansir Reuters, Jumat (16/9/2016) saham Apple (AAPL.O) melompat sebesar 3,4% untuk memberikan dorongan peningkatan kepada tiga indeks utama. Diberitakan penjualan pertama iPhone7 plus pada periode pertama telah ludes terjual secara global.
Sementara data penjualan ritel dan kegiatan industri jauh lebih baik dari yang diharapkan pada Agustus. Di sisi lain, laporan lain menunjukkan perlambatan seperti pertumbuhan ketenagakerjaan dan kemorosotan sektor manufaktur. Kondisi ini membuat peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga mulai meredup jelang pertemuan pada pekan depan.
"Hal-hal ini menunjukkan Fed tidak perlu untuk menaikkan suku bunga pada bulan September. Rally hari ini menjadi salah satu alasannya," ucap Manajer Partner Harris Financial Group Jamie Cox.
Tercatat Dow Jones industrial average (DJI) melompat naik sebesar 0,99 persen untuk mengakhiri perdagangan kemarin di level 18.212,48, sedangkan indeks S & P 500 rally 1,01% menjadi 2.147,26. Kenaikan juga terjadi pada komposit Nasdaq sebesar 1,47% menjadi 5.249,69.
Indeks energi melesat 1,09% ketika harga minyak mentah membaik untuk mendorong saham Chevron (CVX.N) naik 1,10%. Saham Apple juga bergelombang sebesar 12% selama empat sesi. Sekitar 6,7 miliar saham diperdagangkan, tepat di atas rata-rata harian 6,5 miliar selama 20 sesi menurut data perdagangan Thomson Reuters.
(akr)
Lihat Juga :