Tolak Diperiksa, Sri Mulyani Seret Google ke Pengadilan Pajak

Jum'at, 16 September 2016 - 14:21 WIB
Tolak Diperiksa, Sri...
Tolak Diperiksa, Sri Mulyani Seret Google ke Pengadilan Pajak
A A A
JAKARTA - Menyikapi langkah Google yang menolak diperiksa oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Ditjen Pajak akan menggunakan pasal yang berlaku.

(Baca: Google Menolak Bayar Pajak, Pemerintah Harus Tindak Tegas)

Menurutnya, jika Google tidak sepakat untuk diperiksa maka ada peradilan pajak yang akan berbicara selanjutnya dan menetapkan langkah atas sikap google tersebut.

"Kalau mereka sepakat untuk diperiksa, ya Ditjen Pajak akan menggunakan pasal yang ada, kita punya wadah untuk mendiskusikan hal itu. Kalau sepakat atau tidak sepakat (untuk diperiksa), ya kita ada peradilan pajak yang akan langsung berbicara," katanya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Dia menuturkan, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi juga sudah bercerita kepadanya mengenai persoalan e-commerce bukan hanya di Indonesia. Namun, juga di dunia mengenai kewajiban pajak yang harus dipungut dari sektor ini.

(Baca: Google Bantah Mangkir Bayar Pajak)

"Dirjen Pajak pernah menyampaikan persoalan mengenai e-commerce, persoalan pajaknya menjadi masalah di seluruh dunia, tidak hanya Indonesia. Memungut pajak bagaimana yang adil, letak aktivitas ekonominya, di mana nilai tambahnya dan di mana pajak dipungut. Mengenai online e-commerce pakai platform online, di mana penjual dan pembeli dihubungkan lewat elektronik menimbulkan satu persoalan serius," terany Menkeu.

Sejauh ini, pemerintah khususnya Ditjen Pajak mencoba melindungi hak memungut pajak atau hak pajak Indonesia dengan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

"Tapi sekarang perusahaan tentu punya argumen, kita lihat saja peraturan perundangan kita sudah sangat jelas memberikan rambu-rambu, bahwa aktivitas ekonomi yang dianggap sebagai objek pajak, dan siapa yang jadi subjek pajak, termasuk pembentukan Badan Usaha Tetap (BUT) itu pasti kena pajak," tutup Sri Mulyani.

Baca Juga:

Komisi XI DPR Dorong Pemerintah Tindak Google Agar Taat Pajak
Terkait Pajak Google, Komisi III DPR Minta Pemerintah Belajar dari Inggris
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Netflix hingga Google...
Netflix hingga Google Cs Setor Pajak ke Sri Mulyani Rp13,29 Triliun
Dikritik Soal Pajak,...
Dikritik Soal Pajak, Sri Mulyani Maju Terus Pantang Mundur
Sri Mulyani Resmi Tarik...
Sri Mulyani Resmi Tarik Pajak Pengguna WeTransfer & OffGamers
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Akal Bulus Perusahaan Hindari Pajak
Kick Off Sosialisasi...
Kick Off Sosialisasi UU HPP, Sri Mulyani: Reformasi Pajak Dibutuhkan
Masih Seret, hingga...
Masih Seret, hingga Agustus Penerimaan Pajak Minus 15,6%
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
32 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
53 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
1 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
3 jam yang lalu
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved