BI Ingatkan Rasio Pembayaran Utang RI Masuk Tahap Waspada

Senin, 19 September 2016 - 13:30 WIB
BI Ingatkan Rasio Pembayaran...
BI Ingatkan Rasio Pembayaran Utang RI Masuk Tahap Waspada
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, debt to service ratio (DSR) atau rasio kemampuan bayar utang dari penerimaan ekspor dalam negeri sudah dalam tahap waspada. Dia membenarkan bahwa kinerja ratio ekspor Indonesia masih relatif stagnan.

Agus juga ‎mengingatkan agar lebih berhati-hati lantaran akan memengaruhi porsi pinjaman Indonesia dari utang luar negeri.

‎"Kita melihat bahwa ratio eksport yang relatif belum tumbuh karena harga komoditi yang belum membaik itu membuat ratio service kita perlu diwaspadai. Ini akan berpengaruh ke porsi pinjaman utang luar negeri," kata Agus di kantornya, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Namun, Agus menuturkan, yang lebih utama adalah berutang terhadap luar negeri tidak apa-apa, asal digunakan untuk kegiatan yang produktif di dalam negeri. Selama ini pemerintah Indonesia juga menjaga stabilitas utang luar negeri.

"Dan selama ini yang kita jaga adalah penggunaan untuk yang produktif dan didukung oleh hedging sehingga tidak membuat risiko foreign exchange," ujar dia.

Agus menjelaskan, memang porsi dari swasta sudah ‎lebih besar dari pemerintah. Namun, mayoritas dari utangnya itu adalah jangka panjang dan yang lebih besar adalah nonbank.

"Kita melihat bahwa secara umum yang nonbank semua terkendali karena proses persetujuannya dilakukan melalui OJK dan BI. Namun, untuk yang swasta dengan BI mengeluarkan peraturan untuk kehati-hatian, sehingga utang luar negeri itu harus selalu memenuhi hedging ratio liquidity, dan credit rating itu, BI meyakini terjaga dengan baik," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Negara Harus Dimanfaatkan...
Utang Negara Harus Dimanfaatkan untuk Hal Produktif
Pemerintah Utamakan...
Pemerintah Utamakan Pembiayaan Dalam Negeri, Utang Luar Negeri Melambat
Duh, Beban Utang Pemerintah...
Duh, Beban Utang Pemerintah Sudah Sangat Mengkhawatirkan!
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp7.039 Triliun per April 2025
Utang Jatuh Tempo RI...
Utang Jatuh Tempo RI Tembus Rp3.749 T, Indef: Negara Bisa Stroke
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia di Triwulan IV 2025 Naik Tembus Rp7.262 Triliun, Ini Porsi Terbesarnya
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved