DJP Gandeng Polisi Kejar Pajak Google

Senin, 19 September 2016 - 18:33 WIB
DJP Gandeng Polisi Kejar...
DJP Gandeng Polisi Kejar Pajak Google
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai sikap Google yang menolak untuk diperiksa sudah termasuk dalam tindak pidana. Kepala Kantor Wilayah Pajak Khusus Jakarta Muhammad Hanif mengatakan, karena hal itu pihaknya akan terus melakukan pemanggilan perusahaan raksasa teknologi tersebut dengan menggandeng kepolisian.

Dia menambahkan pihaknya akan mengambil langkah tegas jika perusahaan teknologi tersebut tidak mengindahkan untuk diperiksa."‎Itu sudah termasuk tindak pidana. Kita akan terus melakukan pemanggilan, dan kita akan bekerjasama dengan Polisi. Tentunya sesuai dengan prosedur," tegasnya kepada Sindonews diJakarta, Senin (19/9/2016).

(Baca Juga: Utang Pajak Google di Indonesia Rp500 Miliar per Tahun)

Lebih lanjut dia menerangkan pajak yang seharusnya dibayarkan Google jika revenue mereka berkisar diantara Rp5,5 hingga Rp6 triliun, seharusnya mereka membayar pajak Rp500 miliar ke pemerintah Indonesia. Hanif yakin bahwa perusahaan multinasional asal Amerika Serikat (AS) tersebut memiliki provit tinggi.

"Kalau dia revenuenya Rp5,5-6 triliunan, berarti provit dia tinggi. Provitnya klo Rp2 triliun, wajarnya dia harus bayar pajak di negara kita Rp500 miliar, terus PPN nya Rp600 miliar. PPN-nya ditambah sama PPH, taruhlah berarti kena Rp1 triliun," sambung dia.

Menurutnya lain lagi jika Google terkena pidana, jika itu terjadi, maka mereka harus membayar denda dua kali Rp2 triliun (angka provit), artinya dia harus membayar maksimal Rp4 triliun.

‎"Jadi kalau dia kena pidana, berarti ada pinalti 2 kali sampai 4 kali, 200% lah atau 400% paling banyak dari pajak yang terhutang. Makannya kita kejar sekarang, berapa sih revenue dia sebenarnya," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Netflix hingga Google...
Netflix hingga Google Cs Setor Pajak ke Sri Mulyani Rp13,29 Triliun
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
21 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
44 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved