Selasa Ini Indeks Diperkirakan Bergerak di 5.300-5.440
Selasa, 20 September 2016 - 08:33 WIB
Selasa Ini Indeks Diperkirakan Bergerak di 5.300-5.440
A
A
A
JAKARTA - Research Analyst dari Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan Bursa Asia mengawali pekan dengan penguatan di mayoritas indeks saham. Indeks berjangka dan minyak rebound seiring risk appetite menjelang pertemuan bank sentral yang sangat di antisipasi minggu ini.
Dolar melemah AS terhadap beberapa mata uang utama dipenjuru dunia. Pasokan minyak terganggu dari Libya di tengah prospek produsen utama yang akan membatasi produksi guna menstabilkan harga minyak menjadi faktor utama penyebab harga minyak dunia melonjak diawal pekan ini. Sentimen data ekonomi di China seperti indeks harga rumah yang naik menjadi 9.2% dari 7.9% menandakan tingkat kemampuan konsumen dan permintaan rumah naik menjadi pemanis aksi optimisme investor diawal pekan.
IHSG melonjak 54,07 poin sebesar 1,03% dilevel 5.321.84 diawal pekan melanjutkan momentum rebound minggu lalu. Sektor aneka industri dan infrastruktur memimpin kenaikan. Sedangkan sektor pertambangan terpuruk pada perdagangan.
Kesepakatan peningkatan kerja sama dalam sektor energi dan migas termasuk pasokan LPG dari Iran dan pengembangan dua sumur minyak di Iran menjadi salah satu faktor penguatan selain faktor eksternal. Namun investor asing masih terlihat melanjutkan aksi jual bersih pada perdagangan hari ini sebesar Rp94,42 miliar.
Bursa Eropa ditutup menguat mengikuti penguatan bursa Asia diawal pekan. Volatilitas menghantui bursa Eropa di pasar keuangan selama dua minggu terakhir, ditengah kekhawatiran bank sentral di Eropa dan Jepang yang enggan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut, setelah The Fed memberikan signal kenaikan suku bunga tidak dalam waktu dekat.
Sentimen data ekonomi selanjutnya akan datang dari tingkat penjualan rumah dan kebijakan moneter di Australia, indeks harga produksi di Jerman dengan ekspektasi membaik, tingkat aktifitas ekspor dan impor di Jepang dengan ekspektasi cukup baik dibulan Agustus lalu.
Analisa teknikal pada pergerakan IHSG masih cenderung positif setelah pada hari ini mengkonfirmasi break out MA50 sebagai titik resistance terdekat. Indikator stochastic pun bergerak positif dengan momentum RSI yang sedang menguji resistance dari momentumnya pada middle oscillator.
Selanjutnya IHSG pada Selasa (20/9/2016) akan mencoba menguji resistance bearish trend medium term-nya sekaligus resistance MA25 yang tepat berada pada level 5.355. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak positif dengan range pergerakan 5.300-5.440. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ACES, LPKR, PGAS, SIMP, SMCB, SMGR, WIKA, MAIN.
Dolar melemah AS terhadap beberapa mata uang utama dipenjuru dunia. Pasokan minyak terganggu dari Libya di tengah prospek produsen utama yang akan membatasi produksi guna menstabilkan harga minyak menjadi faktor utama penyebab harga minyak dunia melonjak diawal pekan ini. Sentimen data ekonomi di China seperti indeks harga rumah yang naik menjadi 9.2% dari 7.9% menandakan tingkat kemampuan konsumen dan permintaan rumah naik menjadi pemanis aksi optimisme investor diawal pekan.
IHSG melonjak 54,07 poin sebesar 1,03% dilevel 5.321.84 diawal pekan melanjutkan momentum rebound minggu lalu. Sektor aneka industri dan infrastruktur memimpin kenaikan. Sedangkan sektor pertambangan terpuruk pada perdagangan.
Kesepakatan peningkatan kerja sama dalam sektor energi dan migas termasuk pasokan LPG dari Iran dan pengembangan dua sumur minyak di Iran menjadi salah satu faktor penguatan selain faktor eksternal. Namun investor asing masih terlihat melanjutkan aksi jual bersih pada perdagangan hari ini sebesar Rp94,42 miliar.
Bursa Eropa ditutup menguat mengikuti penguatan bursa Asia diawal pekan. Volatilitas menghantui bursa Eropa di pasar keuangan selama dua minggu terakhir, ditengah kekhawatiran bank sentral di Eropa dan Jepang yang enggan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut, setelah The Fed memberikan signal kenaikan suku bunga tidak dalam waktu dekat.
Sentimen data ekonomi selanjutnya akan datang dari tingkat penjualan rumah dan kebijakan moneter di Australia, indeks harga produksi di Jerman dengan ekspektasi membaik, tingkat aktifitas ekspor dan impor di Jepang dengan ekspektasi cukup baik dibulan Agustus lalu.
Analisa teknikal pada pergerakan IHSG masih cenderung positif setelah pada hari ini mengkonfirmasi break out MA50 sebagai titik resistance terdekat. Indikator stochastic pun bergerak positif dengan momentum RSI yang sedang menguji resistance dari momentumnya pada middle oscillator.
Selanjutnya IHSG pada Selasa (20/9/2016) akan mencoba menguji resistance bearish trend medium term-nya sekaligus resistance MA25 yang tepat berada pada level 5.355. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak positif dengan range pergerakan 5.300-5.440. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ACES, LPKR, PGAS, SIMP, SMCB, SMGR, WIKA, MAIN.
(ven)
Lihat Juga :