Urai Dwelling Time, Luhut Minta Dry Port Tingkatkan Kapasitas

Kamis, 22 September 2016 - 01:35 WIB
Urai Dwelling Time,...
Urai Dwelling Time, Luhut Minta Dry Port Tingkatkan Kapasitas
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendesak Cikarang Dry Port (CDP) menaikkan kapasitas daya tampung yang kini berada di kisaran 60,000-70,000 TEU's. Hal ini untuk mengurai masalah waktu bongkar muat barang di pelabuhan (dwelling time) sehingga mampu bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan besar baik di tingkat regional maupun internasional.

"Target pertumbuhan ekonomi kita 6-7 %, yang akan membuat pertumbuhan volume perdagangan kita semakin cepat, yang membutuhkan kapasitas pelabuhan yang lebih besar lagi. Tanjung Priok yang saat ini memiliki kapasitas sekitar 3 juta TEU's kita targetkan untuk dapat dinaikkan menjadi 16 juta TEU's. Singapura sekarang kapasitasnya sekitar 32 juta," ujar Menko Luhut saat berkunjung ke Cikarang Dry Port (CDP, Rabu (21/9/2016).

Dia menyayangkan kapasitas yang digunakan saat ini masih jauh dibawah kemampuan CDP. Kepada pucuk pimpinan CDP, Luhut meminta agar mereka segera mengindentifikasi permasalahan yang selama ini menghambat mereka untuk bisa menambah kapasitas, dan Menteri Luhut akan membahasnya dengan kementerian terkait.

"Persoalan yang terlihat saat ini seperti regulasi, langsir kereta, tata ruang,dan perpanjangan rel kereta dan lain-lain akan kami bicarakan. Anda yang berada di lapangan dan regulator yang di atas, kita harus berdialog. Kita bisa menjalankan kebijakan untuk mengoptimalkan dry port selama satu tahun, lalu setelah satu tahun kita evaluasi dan kita lakukan perbaikan agar kebijakannya dapat diimplementasikan secara lebih baik," ujarnya kepada pihak CDP.

Dalam pertemuan itu Menteri Luhut menyampaikan keinginannya agar CDP bisa mempersingkat waktu dwelling time menjadi dua hari dari saat ini yang masih sekitar tiga hari.

"Saya mendukung pengembangan dry port, termasuk menambah jumlah dry port yang ada, agar dwelling time dan biaya logistik dapat turun secara signifikan," kata Menko Luhut.

Menurutnya, di pulau Jawa saja sekarang memerlukan sekitar lima dry port untuk menurunkan biaya logistik. "Penurunan dwelling time akan menurunkan biaya logistik, yang pada akhirnya akan menigkatkan daya saing industri kita, baik di dalam maupun di luar negeri," ujar Luhut.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved