Bank Mandiri Optimistis Tahun Ini Tumbuh di Atas 11%

Kamis, 22 September 2016 - 15:55 WIB
Bank Mandiri Optimistis...
Bank Mandiri Optimistis Tahun Ini Tumbuh di Atas 11%
A A A
BELITUNG - PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) optimistis pertumbuhan bisnis perseroan hingga akhir 2016 bisa melampaui target 11%. Meski demikian, pertumbuhan di atas target hanya tipis di kisaran 1%-2%.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, pihaknya mencatat pertumbuhan kredit untuk sektor korporasi sebesar 19% dengan kenaikan di sektor mikro merupakan tertinggi mencapai 24%. Dari segmen komersial tercatat pertumbuhan sebesar 19%-20%.

Segmen ini mengalami perlambatan karena tren ekonomi yang masih lesu. "Kami optimistis melampaui target 11% meskipun tidak terlalu signifikan. Sektor infrastruktur salah satu yang kami dukung dengan pertumbuhan signifikan secara year on year. Sampai akhir 2016, kami memproyeksikan rencana penyaluran sekitar Rp17 triliun terutama dari proyek-proyek pembangkit listrik serta migas," katanya dalam media gathering Bank Mandiri di Manggar, Belitung Timur, Bangka Belitung, Kamis (22/9/2016).

Ekspansi perseroan terus dilakukan dengan mendukung pengembangan infrastruktur guna merealisasikan kemajuan ekonomi nasional. Peran Bank Mandiri yang dilakukan dengan menguatkan fungsi intermediasi ke sektor infrastruktur.

"Hingga Agustus 2016, Bank Mandiri telah memberikan komitmen penyaluran kredit infrastruktur sebesar Rp92,8 triliun (bank only) atau tumbuh sekitar 40,2% secara yoy," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari nilai tersebut penyaluran terbesar diserap sektor transportasi yang mencapai Rp36,4 triliun. Proyek yang dibiayai antara lain proyek pengembangan bandara, pelabuhan laut serta kereta api.

Adapun proyek infrastruktur lain yang memperoleh pendanaan Bank Mandiri antara lain proyek pembangkit tenaga listrik sebesar Rp28,7 triliun, pembangunan jalan tol Rp15,3 triliun dan sektor telekomunikasi Rp12,5 triliun.

Penyaluran kredit tersebut merupakan komitmen Bank Mandiri dalam membantu merealisasikan program Nawacita pemerintah, terutama pada penciptaan kemandirian ekonomi Indonesia.

"Infrastruktur merupakan salah satu komponen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Untuk itu, melalui penguatan fungsi intermediasi perbankan, infrastruktur di Indonesia dapat semakin baik dan bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian," kata Rohan.

Proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai pada umumnya bersifat tahun jamak/multi years sehingga proses pencairannya mengikuti perkembangan masing-masing proyek. Dengan pola itu, tingkat pencairan kredit yang disetujui berbeda-beda.

Dari nilai komitmen Rp92,8 triliun, pinjaman yang dicairkan sebesar Rp49,4 triliun, meningkat sekitar 19% dari periode sama tahun lalu. Pada sektor transportasi, pencairan pinjaman hingga Agustus 2016 mencapai Rp16,7 triliun.

Sementara, pencairan kredit untuk pembangkit tenaga listrik telah mencapai Rp15,6 triliun, proyek jalan tol sebesar Rp7,6 triliun, dan sektor telekomunikasi sebesar Rp8,9 triliun. "Kami gembira karena berkat pengelolaan kredit yang baik, seluruh kualitas kredit sektor infrastruktur Bank Mandiri dinilai lancar," tutur Rohan.

Pengelolaan kredit tersebut, dilakukan melalui strategi diversifikasi limit pinjaman, evaluasi industri dan kinerja calon debitur, koordinasi antar Unit Bisnis, serta evaluasi portofolio kredit. Di samping itu, pada kredit yang eksisting, perseroan menerapkan strategi early warning signal dan prinsip antisipatif serta monitoring administrasi kredit.

Bank Mandiri juga terus menghimpun dana program tax amnesty bank dan telah mencapai Rp6,6 triliun hingga saat ini. "Likuiditas perbankan semakin ketat saat ini untuk mendorong pertumbuhan kredit. Harapan kami, menggenjot likuiditas baru dari program tax amnesty," ujarnya.

Jumlah tersebut terbagi atas 29,015 transaksi tebusan Rp5,948 triliun dan 145 transaksi repatriasi Rp653,638 miliar. Bank Mandiri menyiapkan klinik-klinik pajak yang memiliki informasi komprehensif tentang berbagai ketentuan dan persyaratan amnesti pajak pada nasabah utama dan korporasi. "Kami juga melakukan komunikasi intensif dengan Ditjen Pajak," ucapnya.

Di samping ketentuan terkait amnesti pajak, lanjut Rohan, klinik-klinik tersebut juga memberikan konsultasi keuangan mengenai produk-produk investasi yang bisa dipilih wajib pajak yang ingin merepatriasi dana ke Indonesia. Misalnya, produk treasury, asset management, pasar modal, capital/venture funds hingga produk asuransi.

"Kami akan bekerja keras dalam mendukung tax amnesty untuk kemajuan Indonesia," tadnas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
DPK Bank Mandiri Taspen...
DPK Bank Mandiri Taspen Tumbuh 8,9% hingga Februari 2024
Bank Mandiri Bukukan...
Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 26,6 triliun di Kuartal II 2024
Besok, Bank Mandiri...
Besok, Bank Mandiri Tetap Buka Layani Nasabah
Bank Mandiri Lanjutkan...
Bank Mandiri Lanjutkan Transformasi Digital di Ulang Tahun ke-23
Perkuat Layanan Digital,...
Perkuat Layanan Digital, Mandiri Jaga Momentum Pertumbuhan
Berita Terkini
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
3 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
31 menit yang lalu
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
38 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
1 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
2 jam yang lalu
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved