Bursa Asia Menguat, IHSG Berlari 37,67 Poin ke 5.380,26
Kamis, 22 September 2016 - 16:32 WIB
Bursa Asia Menguat, IHSG Berlari 37,67 Poin ke 5.380,26
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (22/9/2016) berlari kencang. IHSG ditutup bertambah 37,67 poin atau 0,71% ke level 5.380,26.
Sebelumnya pada awal hari ini, indeks dibuka naik 39,73 poin atau 0,74% ke level 5.382,32. Sepanjang Kamis ini, IHSG diperdagangkan di kisaran 5.368,56-5.411,61.
Adapun dari 401 saham yang diperdagangkan, 154 bertambah, 151 menurun dan 96 stabil. Mayoritas sektor saham berakhir menguat, dengan sektor aneka industri memimpin penguatan sebesar 2,32%, diikuti sektor pertambangan 1,30%. Sedangkan sektor perkebunan mengalami pelemahan mendalam sebanyak 1,46%.
Untuk nilai transaksi saham mencapai Rp6,46 triliun dari 6,67 miliar saham yang diperdagangkan. Sementara itu transaksi bersih asing tercatat negatif Rp210 miliar, dimana aksi beli asing Rp2,52 triliun berbanding Rp2,73 triliun.
Penguatan itu selaras dengan pasar Asia, yang ditutup lebih tinggi mengambil keuntungan dari pengumuman The Fed yang tidak menaikkan suku bunga AS. Adapun hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia diharapkan dapat menjadi pendorong bagi penguatan IHSG.
Melansir CNBC, Kamis (22/9/2016) indeks Australia ASX 200 ditutup naik 34,94 poin atau 0,65% pada 5.374,50, dimana mayoritas sektor saham menguat. Sektor energi maju 2,10% dan material naik 2,62%.
Selandia Baru NZX 50 naik 30,54 poin atau 0,42% pada 7.311,71. Sementara di Korea Selatan, Kospi lebih tinggi sebesar 13,71 poin atau 0,67% pada 2.049,70.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng sempat menyentuh sesi tinggi 24.058,65, namun kemudian mendarat hanya naik 0,56% ke posisi 23.801,67 pada pukul 03:10 HK / SIN.
Pasar China juga menguat, dengan indeks Shanghai ditutup naik 16,81 poin atau 0,56% pada 3.042,68, sedangkan Shenzhen bertambah 12,56 poin atau 0,62% ke 2.018,16.
Sedangkan bursa Jepang yang naik hampir 2% pada Rabu selepas Bank of Japan merombak kerangka kebijakan moneter, ditutup pada Kamis ini untuk hari libur umum.
Analis pasar di DBS Bank Singapura mengatakan pasar saham bereaksi positif atas hasil “baik” oleh The Fed dan tweak (perubahan kecil namun berdampak besar) dari Bank of Japan. Dan analis pasar di CMC Markets, Ric Spooner mengatakan sekarang investor lebih cenderung kembali ke pasar saham setelah dua hari belakangan fokus kepada keputusan AS dan Jepang.
Sebelumnya pada awal hari ini, indeks dibuka naik 39,73 poin atau 0,74% ke level 5.382,32. Sepanjang Kamis ini, IHSG diperdagangkan di kisaran 5.368,56-5.411,61.
Adapun dari 401 saham yang diperdagangkan, 154 bertambah, 151 menurun dan 96 stabil. Mayoritas sektor saham berakhir menguat, dengan sektor aneka industri memimpin penguatan sebesar 2,32%, diikuti sektor pertambangan 1,30%. Sedangkan sektor perkebunan mengalami pelemahan mendalam sebanyak 1,46%.
Untuk nilai transaksi saham mencapai Rp6,46 triliun dari 6,67 miliar saham yang diperdagangkan. Sementara itu transaksi bersih asing tercatat negatif Rp210 miliar, dimana aksi beli asing Rp2,52 triliun berbanding Rp2,73 triliun.
Penguatan itu selaras dengan pasar Asia, yang ditutup lebih tinggi mengambil keuntungan dari pengumuman The Fed yang tidak menaikkan suku bunga AS. Adapun hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia diharapkan dapat menjadi pendorong bagi penguatan IHSG.
Melansir CNBC, Kamis (22/9/2016) indeks Australia ASX 200 ditutup naik 34,94 poin atau 0,65% pada 5.374,50, dimana mayoritas sektor saham menguat. Sektor energi maju 2,10% dan material naik 2,62%.
Selandia Baru NZX 50 naik 30,54 poin atau 0,42% pada 7.311,71. Sementara di Korea Selatan, Kospi lebih tinggi sebesar 13,71 poin atau 0,67% pada 2.049,70.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng sempat menyentuh sesi tinggi 24.058,65, namun kemudian mendarat hanya naik 0,56% ke posisi 23.801,67 pada pukul 03:10 HK / SIN.
Pasar China juga menguat, dengan indeks Shanghai ditutup naik 16,81 poin atau 0,56% pada 3.042,68, sedangkan Shenzhen bertambah 12,56 poin atau 0,62% ke 2.018,16.
Sedangkan bursa Jepang yang naik hampir 2% pada Rabu selepas Bank of Japan merombak kerangka kebijakan moneter, ditutup pada Kamis ini untuk hari libur umum.
Analis pasar di DBS Bank Singapura mengatakan pasar saham bereaksi positif atas hasil “baik” oleh The Fed dan tweak (perubahan kecil namun berdampak besar) dari Bank of Japan. Dan analis pasar di CMC Markets, Ric Spooner mengatakan sekarang investor lebih cenderung kembali ke pasar saham setelah dua hari belakangan fokus kepada keputusan AS dan Jepang.
(ven)
Lihat Juga :