Kapal Peralon Laris Manis di Jakarta

Rabu, 28 September 2016 - 00:11 WIB
Kapal Peralon Laris...
Kapal Peralon Laris Manis di Jakarta
A A A
PEKALONGAN - Direktur Utama PT Barokah Marine Agus Triharsito, mengaku mulai kebanjiran order terkait pemesanan kapal peralon karya putra daerah Pekalongan. Dia menerangkan pesanan tersebut datang dari Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN) Pusat yang sejumlah kapal paralon.

"Kami mengapresiasi hal itu, dan kami segera menindaklanjuti pemesanan sejumlah kapal paralon dari KGN Pusat tersebut," ungkap dia.

Lebih lanjut dia menerangkan kapal karya Agus tersebut rencananya akan didistribusikan untuk nelayan di teluk Jakarta. Pihaknya belum mengetahui persis berapa jumlah kapal yang diinginkan KGN Pusat tersebut.

"Kami masih menunggu berapa jumlah kapal peralon yang dibutuhkan oleh KGN. Mungkin akan kami buat tiga dulu untuk persiapan," sambungnya.

Menurutnya, pembuatan kapal paralon tidak membutuhkn waktu yang lama, yakni hanya sekitar tiga bulan. Sehingga diperkirakan pada bulan Desember 2016, pesanan kapal paralon itu sudah selesai dikerjakan.

"Jadi setelah itu bisa kami kirim ke Jakarta. Tidak butuh waktu yang lama untuk membuat kapal peralon tersebut, paling hanya butuh waktu sekitar tiga bulan. Kami akan kirimkan dulu KM Baruna Fishtama kapal peralon pertama kami sebagai contoh untuk KGN," ujarnya.

Dijelaskan, kapal paralon tersebut merupakan kapal yang ramah lingkungan. Selain itu, sekitar 90% bahan baku yang digunakan untuk membuat kapal tersebut merupakan bahan lokal Indonesia.

"Harapannya dengan adanya kapal peralon ini, bisa mengurangi pembalakan liar. Sehingga tetap ada kapal untuk bekerja, namun bumi pertiwi tetap hijau. Semua bahan baku juga produk dalam negeri. Hanya mesinnya saja yang dibuat di China," jelasnya.

Terpisah KGN Pusat Setyo Edy, membenarkan pemesanan kapal peralon tersebut. Dia mengaku telah mendapatkan mandat dari Sandiaga Uno, sebagai Pendiri KGN untuk memesan kapal paralon tersebut.

"Kapal paralon penangkap ikan tersebut‎, akan kami gunakan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan di teluk Jakarta. Sebab, nelayan di Jakarta butuh perhatian," katanya kemarin.

Diungkapkan, jumlah nelayan yang mencapai ribuan itu, sebenarnya mereka merupakan buruh. Padahal, seharusnya nelayan di Jakarta tidak hanya bekerja di atas kapal, namun juga bisa menjadi pemilik kapal.

"Buruh nelayan ini maksudnya, mereka ‎hanya sebagai pekerja di atas kapal ikan. Jumlah nelayan di Jakarta itu ada ribuan orang. Tapi yang memiliki kapal hanya 30%, sisanya hanya menjadi buruh nelayan," ungkapnya.

Pihaknya berharap, melalui bantuan sejumlah kapal paralon tersebut akan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan. Selain bisa mendapatkan penghasilan dengan mencari ikan, nelayan juga akan termotivasi untuk memiliki kapal sendiri.

"Sehingga, kedepan seluruh nelayan khususnya yang ada di pantai utara harus bisa memiliki kapal sendiri. Tidak hanya menjadi‎ buruh nelayan saja," harapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Perbedaan Jurusan...
3 Perbedaan Jurusan Kuliah Teknik Perkapalan dan Teknik Sistem Perkapalan
Majukan Industri Perkapalan,...
Majukan Industri Perkapalan, BKI dan Gas Solution Jalin Kerjasama
BKI Terus Dorong Peningkatan...
BKI Terus Dorong Peningkatan TKDN di Industri Perkapalan
BUMN BKI Dukung Industri...
BUMN BKI Dukung Industri Maritim dan Perkapalan Batam
Direktorat Perkapalan...
Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kantongi Sertifikat Sistem Menajemen Mutu
Komitmen Tingkatkan...
Komitmen Tingkatkan SDM Perkapalan Nasional, Kemenperin Gelar Pelatihan Kapal
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
11 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
45 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved