IHSG Diproyeksi Bergerak Mixed Mencoba Kembali Menguat
Rabu, 28 September 2016 - 08:35 WIB
IHSG Diproyeksi Bergerak Mixed Mencoba Kembali Menguat
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed (variatif), mencoba kembali menguat dan menguji resistance upper bollinger bands dengan range pergerakan 5.335-5.465.
Dia menuturkan, pergerakan IHSG secara teknikal terlihat seakan tertahan pada support MA50 dan berhasil bertahan diatas bearish trend line yang sebelumnya menjadi resistance trend.
Indikator stochastic yang terkonsolidasi pada area jenuh beli memberikan signal keterbatasan akan penguatan lebih lanjut dengan momentum RSI yang berada pada middle oscillator. "Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak mixed," katanya di Jakarta, Rabu (28/9/2016).
Sementara, kemarin IHSG berhasil bergerak seakan melawan dengan ditutup menguat 67,46 poin atau 1,26% di level 5.419,61 setelah pada sesi pertama tertekan hingga berada pada zona negatif. Sektor pertambangan dan sektor industri dasar memimpin penguatan.
Investor asing pun masih tercatat net sell sebesar Rp503.01 miliar memperlebar capital out flow pada September. Sentimen dalam negeri mengenai optimisnya pemerintah menanggapi prospek Tax Amnesti dinilai belum cukup menarik kembali kepercayaan investor asing.
Di sisi lain, bursa Asia ditutup positif menguat dengan sebagian bursa come back di sesi kedua setelah mengalami tekanan pada awal perdagangan. Pasar seakan bereaksi terhadap perdebatan yang menunjukan 62% mendukung kemenangan Hillary Clinton di AS.
"Meskipun pada awal sesi sentimen turunnya minyak dunia menjadi faktor tekanan bursa Asia pascaIran mengesampingkan kesepakatan langsung pada pembekuan produksi," ujarnya.
Dia menuturkan, pergerakan IHSG secara teknikal terlihat seakan tertahan pada support MA50 dan berhasil bertahan diatas bearish trend line yang sebelumnya menjadi resistance trend.
Indikator stochastic yang terkonsolidasi pada area jenuh beli memberikan signal keterbatasan akan penguatan lebih lanjut dengan momentum RSI yang berada pada middle oscillator. "Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak mixed," katanya di Jakarta, Rabu (28/9/2016).
Sementara, kemarin IHSG berhasil bergerak seakan melawan dengan ditutup menguat 67,46 poin atau 1,26% di level 5.419,61 setelah pada sesi pertama tertekan hingga berada pada zona negatif. Sektor pertambangan dan sektor industri dasar memimpin penguatan.
Investor asing pun masih tercatat net sell sebesar Rp503.01 miliar memperlebar capital out flow pada September. Sentimen dalam negeri mengenai optimisnya pemerintah menanggapi prospek Tax Amnesti dinilai belum cukup menarik kembali kepercayaan investor asing.
Di sisi lain, bursa Asia ditutup positif menguat dengan sebagian bursa come back di sesi kedua setelah mengalami tekanan pada awal perdagangan. Pasar seakan bereaksi terhadap perdebatan yang menunjukan 62% mendukung kemenangan Hillary Clinton di AS.
"Meskipun pada awal sesi sentimen turunnya minyak dunia menjadi faktor tekanan bursa Asia pascaIran mengesampingkan kesepakatan langsung pada pembekuan produksi," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :