Bea Cukai Klaim Produksi Rokok Kian Menurun

Rabu, 28 September 2016 - 16:21 WIB
Bea Cukai Klaim Produksi...
Bea Cukai Klaim Produksi Rokok Kian Menurun
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai menerangkan ditinjau dari aspek ekonomi, perkembangan industri hasil tembakau terlihat secara linier tren pertumbuhan produksi rokok mulai menurun selama 10 tahun terakhir dengan nilai sebesar -0,28%. Hal tersebut dinilai hasil dari upaya pengawasan dan penegakan hukum di bidang cukai, baik melalui pengawasan administrasi maupun fisik.

"Selama 3 tahun terakhir produksi rokok berdasarkan pemesanan pita cukai mulai stagnan, dengan rata-rata pertumbuhan 0,2%, dan selain itu Bea Cukai juga gencar melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal," kata Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu (28/9/2016).

(Baca Juga: Siap-siap, Cukai Rokok Akan Naik Akhir September 2016)

Lebih lanjut dia menerangkan sebagai instansi vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bea Cukai memiliki empat tugas dan fungsi sebagaimana diamanatkan Undang undang (UU) Nomor 11 Tahun 1995 yang telah diubah dengan Undang-undang (UU) Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, di mana salah satunya sebagai community protector di bidang cukai, yaitu membatasi konsumsi termasuk di antaranya hasil tembakau.

Hal senada disampaikan Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Kretek Indonesia (Gappri) Ismanu yang mengatakan, bahwa dalam rangka menjaga persaingan yang sehat, GAPPRI mendukung law enforcement berupa upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal.

“Kami berharap dengan terciptanya fair treatment bagi industri rokok yang telah mematuhi segala ketentuan dan membayar cukai sesuai kewajibannya, tidak akan ada lagi rokok ilegal, kemudian diharapkan pasar akan diisi oleh industri rokok yang taat aturan,” kata Ismanu
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
Kebijakan Layer Baru...
Kebijakan Layer Baru Cukai Rokok Dinilai Kontraproduktif
Operasi Gempur Rokok...
Operasi Gempur Rokok Ilegal Ikut Menciptakan Iklim Usaha yang Sehat
Operasi Gempur Rokok...
Operasi Gempur Rokok Ilegal Bakal Sehatkan Industri Hasil Tembakau
Cukai Rokok Naik, Petani...
Cukai Rokok Naik, Petani Tembakau Makin Menderita
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved