Konsumsi Turun, Pertamina Dorong Penghapusan Premium

Kamis, 29 September 2016 - 14:35 WIB
Konsumsi Turun, Pertamina...
Konsumsi Turun, Pertamina Dorong Penghapusan Premium
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah untuk mengkaji ulang keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di pasaran. Pasalnya, saat ini penjualan BBM berkadar research octane number (RON) 88 tersebut semakin menurun.

(Baca Juga: Penjualan Premium Turun, Kini Pertalite Jadi Primadona Baru)

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, Pertamina sejatinya tidak memiliki hak untuk menghapus premium. Sebab, premium adalah BBM jenis penugasan yang menjadi kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kita masih mempertahankan stok premium sampai 17 hari. Tapi realitanya itu, premium konsumsinya terus menurun. Kalau bisa, kedepan memang sudah ada langkah perencanaan dari pemerintah bagaimana posisi premium ke depan," katanya saat berbincang dengan media di Jakarta, Kamis (29/9/2016).

(Baca Juga: BBM Kualitas Rendah Mulai Ditinggalkan Konsumen)

Mantan presenter berita ini mengaku, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah untuk nasib premium ke depannya. Karena, perseroan pun sesungguhnya ingin fokus pada penyediaan BBM yang diminati masyarakat.

"‎Intinya kita menunjukkan bahwa kita harus koordinasi dgn pemerintah bagaimana keputusan akhirnya. Kalau bisa kedepan memang sudah ada langkah perencanaan dari pemerintah bagaimana posisi premium ke depan. Karena kita harus fokus bagaimana penyediaan BBM yang diminati masyarakat," imbuh dia.

Wianda menambahkan, pemerintah kedepannya juga harus mengkaji ulang peruntukan premium. Misalnya, premium hanya dikhususkan untuk pengemudi kendaraan umum atau angkot.

"Kita harus melihat peruntukan BBM premium itu sendiri apa itu khusus untuk kendaraan umum. Premium ini di seluruh Indonesia menunjukkan harus ada peruntukan lebih tajam konsumen premium. Inisiatif kita adalah bagaimana menyediakan jenis BBM yang lebih diminati masyarakat," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masih Pakai Premium,...
Masih Pakai Premium, RI Masuk 7 Negara Penjual BBM Tak Ramah Lingkungan
Panjang Umur, BBM Jadul...
Panjang Umur, BBM Jadul Premium Dipastikan Tidak Hilang
Mulai 1 Februari 2023,...
Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik
Pertamina Melakukan...
Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga BBM, Cek Daftarnya
Resmi Turun! Ini Daftar...
Resmi Turun! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax
Premium dan Pertalite...
Premium dan Pertalite Dihapus, Pemerintah Tetap Harus Subsidi BBM
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
4 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
37 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved