Pengamat Setuju Harga BBM Premium Turun Rp300/Liter
Jum'at, 30 September 2016 - 14:22 WIB
Pengamat Setuju Harga BBM Premium Turun Rp300/Liter
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah kembali melakukan evaluasi setiap tiga bulan untuk harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar subsidi per 1 Oktober. Pemerintah pun telah memutuskan harga BBM turun Rp300/liter dan solar naik Rp600/liter.
Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan menyetujui harga BBM jenis premium yang memang sudah seharusnya turun Rp300/liter. Pengguna BBM beroktan 88 ini juga sudah menurun karena adanya pertalite.
"Memang, seharusnya premium mengalami penurunan harga sebesar Rp300/liter. Saat ini justru terjadi trend penurunan pengguna premium di mana sudah banyak yang beralih ke pertalite dan pertamax, penguna kedua produk tersebut sudah 45% dari total konsumsi," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (30/9/2016).
Mamit menyampaikan, dampak penurunan harga premium tidak akan terlalu signifikan. Sebab, selama ini yang terjadi adalah jika harga BBM naik maka harga barang pasti akan naik.
"Namun tidak sebaliknya jika harga BBM turun. Tidak diikuti oleh penurunan harga barang," kata dia.
(Baca: Harga BBM Premium Turun Rp300/Liter Mulai 1 Oktober, Solar Naik)
Melihat kondisi enam bulan terakhir, Pertamina mengalami keuntungan dari selisih harga BBM penugasan karena masih lemahnya harga minyak dunia. Selanjutnya, berdasarkan perhitungan untuk tiga bulan ke depan, perusahaan akan mengalami kerugian akibat selisih harga solar sebesar Rp1,9 triliun.
"Tapi dengan tidak diturunkannya harga premium untuk tiga bulan ke depan, Pertamina ada keuntungan sebesar Rp700 miliar," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Harga BBM berkadar research octane number (RON) 88 tersebut akan turun Rp300 per liter menjadi Rp6.150 per liter mulai 1 Oktober 2016.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I GN Wiratmaja Puja mengatakan, harga BBM jenis premium mulai 1 Oktober 2016 akan turun dari Rp6.450 per liter menjadi Rp6.150 per liter. Sedangkan harga BBM jenis solar akan mengalami kenaikan Rp600 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter menjadi Rp5.750 per liter.
"Data dan analisis sesuai formula per tiga bulan menunjukkan premium turun Rp300 per liter dan solar naik Rp600 per liter," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, kemarin.
Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan menyetujui harga BBM jenis premium yang memang sudah seharusnya turun Rp300/liter. Pengguna BBM beroktan 88 ini juga sudah menurun karena adanya pertalite.
"Memang, seharusnya premium mengalami penurunan harga sebesar Rp300/liter. Saat ini justru terjadi trend penurunan pengguna premium di mana sudah banyak yang beralih ke pertalite dan pertamax, penguna kedua produk tersebut sudah 45% dari total konsumsi," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (30/9/2016).
Mamit menyampaikan, dampak penurunan harga premium tidak akan terlalu signifikan. Sebab, selama ini yang terjadi adalah jika harga BBM naik maka harga barang pasti akan naik.
"Namun tidak sebaliknya jika harga BBM turun. Tidak diikuti oleh penurunan harga barang," kata dia.
(Baca: Harga BBM Premium Turun Rp300/Liter Mulai 1 Oktober, Solar Naik)
Melihat kondisi enam bulan terakhir, Pertamina mengalami keuntungan dari selisih harga BBM penugasan karena masih lemahnya harga minyak dunia. Selanjutnya, berdasarkan perhitungan untuk tiga bulan ke depan, perusahaan akan mengalami kerugian akibat selisih harga solar sebesar Rp1,9 triliun.
"Tapi dengan tidak diturunkannya harga premium untuk tiga bulan ke depan, Pertamina ada keuntungan sebesar Rp700 miliar," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Harga BBM berkadar research octane number (RON) 88 tersebut akan turun Rp300 per liter menjadi Rp6.150 per liter mulai 1 Oktober 2016.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I GN Wiratmaja Puja mengatakan, harga BBM jenis premium mulai 1 Oktober 2016 akan turun dari Rp6.450 per liter menjadi Rp6.150 per liter. Sedangkan harga BBM jenis solar akan mengalami kenaikan Rp600 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter menjadi Rp5.750 per liter.
"Data dan analisis sesuai formula per tiga bulan menunjukkan premium turun Rp300 per liter dan solar naik Rp600 per liter," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, kemarin.
(izz)
Lihat Juga :