Keluarga Keraton dan Pengusaha Ikut Tax Amnesty, Deklarasi Capai Rp13,7 T

Jum'at, 30 September 2016 - 20:20 WIB
Keluarga Keraton dan...
Keluarga Keraton dan Pengusaha Ikut Tax Amnesty, Deklarasi Capai Rp13,7 T
A A A
YOGYAKARTA - Batas akhir periode I tax amnesty hari ini dimanfaatkan para pengusaha kakap dan keluarga Keraton di Yogyakarta. Direktur Utama PT Garuda Mitra Sejati-pengelola Jogja City Mall (JCM), Soekeno dan adik Sri Sultan HB X, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (GPH) Hadiwinoto hadir mengikuti amnesti pajak dengan menyerahkan Surat Pemberitahuan Harta (SPH).

KGPH Hadiwinoto atau akrab dipanggil Gusti Hadi mengaku ikut program tax amnesti karena masih memiliki 'dosa' terhadap negara. Ia mengklaim tidak ada yang jujur 100% dalam urusan harta seperti sekarang ini. Karena itu, ia terpanggil mengikuti program pengampunan pajak sebagai penebus dosa yang ia lakukan sebelum-sebelumnya."Pokoknya tidak ada dusta di antara kita. Karena itu saya ingin semuanya clear nantinya," paparnya, Jumat (30/9/2016).

Meski adik dari raja Keraton Yogyakarta, tetapi Gusti Hadi enggan jika disebut mewakili keluarga keraton. Karena untuk persoalan pajak kembali ke pribadi masing-masing. Ia pun mengimbau kepada anggota keluarga Keraton yang lain, jika memang masih ada harta mereka yang belum dilaporkan maka harus segera dilaporkan melalui program amnesti pajak saat ini.

Menurutnya, tax amnesti merupakan kebijakan yang baik. Setelah beberapa tahun menjadi polemik karena banyak dana dari pengusaha Indonesia yang parkir di beberapa negara dengan alasan masing-masing, maka sudah saatnya kecintaan terhadap negeri ini ditingkatkan melalui program pengampunan pajak. Dana-dana yang terparkir di luar negeri sebaiknya ditarik ke dalam negeri.

Ia mengakui, sejumlah masyarakat terutama pengusaha ada yang menyimpan hartanya di luar negeri. Alasannya tidak lain dalam rangka bisnis sehingga memarkir dananya di Singapura dan Hongkong. Sebab, kebanyakan pengusaha tersebut berpikir praktis dalam bisnis internasionalnya. Sehingga memilih menggunakan standar valuta asing (valas). "Jika rate dolar Amerika ke rupiah tidak stabil, ya repot," tuturnya.

Untuk itu, mereka berharap pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar. Karena selama ini transaksi yang dilakukan sering membentur batasan-batasan yang diberlakukan di sebuah negara. Dengan alasan bisnis seperti itu maka masyarakat banyak yang menyimpan uangnya di luar negeri.

Sementara itu, Seokeno mengaku turut serta dalam program tax amnesti ini karena mengakui memiliki dosa terhadap pemerintah. Entah karena kesengajaan ataupun ketidaksengajaan, pernah melakukan dosa dengan tidak melaporkan hartanya kepada pemerintah. Kesempatan yang diberikan oleh pemerintah melalui amnesti pajak ini ia manfaatkan sebaik-baiknya sebagai amalan.

"Amnesti pajak ini saya anggap sebagai bekal kita di akhirat nanti. Untuk saat ini saya deklarasikan harta yang belum saya laporkan sebelumnya," tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Pajak Daerah Istimawa Yogyakarta, Yuli Kristiyono mengatakan pada Jumat (30/9) pagi, sudah ada 3.105 wajib pajak yang hadir menyerahkan SPH, termasuk Gusti Hadi dan Soekeno.

Hingga Jumat pagi, jumlah dana tebusan yang disetorkan WP peserta amnesti pajak sebesar Rp273,51 miliar. Jumlah itu melampaui jumlah target penerimaan amnesti pajak tahun 2016 yang ditetapkan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar Rp47 miliar."Untuk deklarasi harta mencapai Rp13,7 triliun," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Berita Terkini
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
39 menit yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
1 jam yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
2 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
3 jam yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved