Pengusaha Gerah Didesak Beberkan Keuntungan Jual Kantong Plastik

Senin, 03 Oktober 2016 - 16:44 WIB
Pengusaha Gerah Didesak...
Pengusaha Gerah Didesak Beberkan Keuntungan Jual Kantong Plastik
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku gerah lantaran didesak banyak oknum untuk membeberkan keuntungan kebijakan kantong plastik berbayar. Padahal, hal tersebut sejatinya hanya mekanisme dagang semata.

(Baca: Pengusaha Ritel Kembali Gratiskan Kantong Plastik)

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan, sebelum adanya kebijakan kantong plastik berbayar, pengusaha sudah memasukkan pengeluaran untuk kantong plastik dalam harga produk. Sementara, sejak adanya kebijakan tersebut harga produk sudah tidak lagi memasukkan komponen pembelian kantong plastik.

"Kita bilang kan itu mekanisme dagang. Jadi, pasti enggak terasa memang pengurangan harga (produk) nya," kata dia di Jakarta, Senin (3/10/2016).

Baca Juga:
Pengusaha Minta Kebijakan Plastik Berbayar Tak Tebang Pilih

Pengusaha Keberatan Pemda Intervensi Kebijakan Plastik Berbayar

Selain itu, sambung Roy, harga kantong plastik yang ditetapkan Rp200 masih belum mencapai angka keekonomian. Pengusaha masih tetap mensubsidi harga plastik tersebut.

"Harga kantong plastik Rp200 itu masih subsidi. Harga kantong plastik masih di atas itu, kan kantong plastik walaupun kita kasih gratis itu tetap kita beli. Nah kayak sekarang, sudah gratis tapi masyarakat tidak tahu kalau harga produknya itu termasuk harga plastik itu. Cuma penambahannya kecil sekali, enggak perlu kita sebar luaskan," tuturnya.

Dia menambahkan, kepolisian juga mencecar pengusaha mengenai landasan hukum penerapan kebijakan kantong plastik berbayar tersebut. Sementara selama ini, pihaknya hanya memegang Surat Edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menerapkan kebijakan tersebut.

"Landasan hukum Aprindo apa melakukan kantong plastik tidak gratis ini. Kita kan bilang dasar hukumnya belum ada, Permennya belum ada. Kita kan baru jalan dengan SE saja, uji coba," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Vaksin Datang, Industri...
Vaksin Datang, Industri Ritel Pede Menyambut Tahun Baru 2021
Banjir Stimulus, Bisnis...
Banjir Stimulus, Bisnis Ritel Diyakini Kembali Bergeliat pada 2021
Turun, Aprindo Pasang...
Turun, Aprindo Pasang Target Pertumbuhan Ritel 5 Persen di Kuartal II
Soal Harga Barang, Peritel...
Soal Harga Barang, Peritel Ingin Tampil di Depan
Bangkitkan Bisnis Ritel,...
Bangkitkan Bisnis Ritel, Aprindo Vaksinasi Garda Terdepannya
Aprindo Sebut Oleh-oleh...
Aprindo Sebut Oleh-oleh Gairahkan Bisnis Ritel
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
3 Keuntungan Rusia Jika...
3 Keuntungan Rusia Jika Perang Melawan Ukraina Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved