Bank Dunia Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,1% Tahun Ini
Rabu, 05 Oktober 2016 - 14:32 WIB
Bank Dunia Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,1% Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tetap berada pada level 5,1%. Sementara tahun depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,3%.
(Baca Juga: Bank Dunia Ramal Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Stabil)
Ekonom Senior Bank Dunia Hans Anand Beck mengatakan, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stabil, namun tetap masih dibayangi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu, program pengampunan pajak (tax amnesty) yang telah berjalan selama tiga bulan belakangan diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
"Pertumbuhan ekonomi regional mesti diwaspadai seperti contoh kelanjutan perkembangan ekonomi dunia, perdagangan global, dari sisi eksternal dan kelanjutan ketidakpastian dari The Fed di Amerika Serikat (AS), harga komoditas," katanya di Kantor Pusat Bank Dunia di Jakarta, Rabu (5/10/2016).
(Baca Juga: World Bank Perkirakan Ekonomi RI Stabil, China Masih Melempem)
Dana yang masuk melalui program amnesti pajak tersebut dinilai dapat meningkatkan pendapatan negara dan pada akhirnya membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Tax amnesty diprediksi sebagai risiko yang bisa menaikkan ekonomi, dan kita monitor untuk selesainya program di peridoe pertama program ini," imbuh dia.
Hans menambahkan, paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saat ini, pemerintah sendiri telah mengeluarkan 13 paket kebijakan ekonomi. "Di paket kebijakan pemerintah, kita punya 13 paket yang komprehensif dan isinya berbeda-beda. Ada yang untuk konsumer, untuk retail serta industri," pungkasnya.
(Baca Juga: Bank Dunia Ramal Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Stabil)
Ekonom Senior Bank Dunia Hans Anand Beck mengatakan, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stabil, namun tetap masih dibayangi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu, program pengampunan pajak (tax amnesty) yang telah berjalan selama tiga bulan belakangan diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
"Pertumbuhan ekonomi regional mesti diwaspadai seperti contoh kelanjutan perkembangan ekonomi dunia, perdagangan global, dari sisi eksternal dan kelanjutan ketidakpastian dari The Fed di Amerika Serikat (AS), harga komoditas," katanya di Kantor Pusat Bank Dunia di Jakarta, Rabu (5/10/2016).
(Baca Juga: World Bank Perkirakan Ekonomi RI Stabil, China Masih Melempem)
Dana yang masuk melalui program amnesti pajak tersebut dinilai dapat meningkatkan pendapatan negara dan pada akhirnya membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Tax amnesty diprediksi sebagai risiko yang bisa menaikkan ekonomi, dan kita monitor untuk selesainya program di peridoe pertama program ini," imbuh dia.
Hans menambahkan, paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saat ini, pemerintah sendiri telah mengeluarkan 13 paket kebijakan ekonomi. "Di paket kebijakan pemerintah, kita punya 13 paket yang komprehensif dan isinya berbeda-beda. Ada yang untuk konsumer, untuk retail serta industri," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :