Rupiah Berakhir Tak Berdaya, Pounds Terburuk dalam 31 Tahun
Jum'at, 07 Oktober 2016 - 17:20 WIB
Rupiah Berakhir Tak Berdaya, Pounds Terburuk dalam 31 Tahun
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih lesu di kisaran level Rp13.000/USD. Posisi mata uang Garuda yang tidak berdaya terjadi saat poundsterling belum juga pulih dari posisi terburuk.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir di posisi Rp13.010/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah makin melemah hingga 15 poin dari posisi kemarin di level Rp12.995/USD.
Rupiah juga terlihat menyusut berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, di level Rp13.002/USD. Rupiah tercatat tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp12.992/USD.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah juga masih sulit bangkit hingga menuju level Rp12.989/USD atau turun tipis dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp12.987/USD dengan kisaran harian Rp12.983-Rp13.025/USD.
Di sisi lain data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah mulai membaik saat menutup hari ini di level Rp12.983/USD atau naik tipis 3 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.986/USD dengan kisaran harian Rp12.982-Rp13.011/USD.
Sementara dilansir Reuters, Jumat (7/10/2016) poundsterling jatuh ke posisi terburuk dalam 31 tahun hanya dalam hitungan menit pada perdagangan akhir pekan ini, yang dijuliki para pelaku pasar sebagai 'flash crash'. Seperti diketahui pounds telah berada di bawah tekanan sepanjang pekan, ketika kekhawatiran dampak Brexit mencuat.
Tercatat pada hari ini pouds terjun bebas sekitar 10% dari level 1.2600 menjadi 1.1378 terhadap USD. Setelah bursa Asia bergerak variatif, pounds mulai sedikit membaik pada posisi 1.2440 atau turun 1,4%.
Kenaikan justru terjadi pada euro ke level 94.03 atau tertinggi sejak awal 2009 melawan pounds. Penguatan euro juga terjadi terhadap USD ke posisi 1.1110 ketika pelemahan pounds mendorong indeks USD naik 0,3% di posisi 97,093, tertinggi sejak akhir Juli.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir di posisi Rp13.010/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah makin melemah hingga 15 poin dari posisi kemarin di level Rp12.995/USD.
Rupiah juga terlihat menyusut berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, di level Rp13.002/USD. Rupiah tercatat tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp12.992/USD.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah juga masih sulit bangkit hingga menuju level Rp12.989/USD atau turun tipis dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp12.987/USD dengan kisaran harian Rp12.983-Rp13.025/USD.
Di sisi lain data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah mulai membaik saat menutup hari ini di level Rp12.983/USD atau naik tipis 3 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.986/USD dengan kisaran harian Rp12.982-Rp13.011/USD.
Sementara dilansir Reuters, Jumat (7/10/2016) poundsterling jatuh ke posisi terburuk dalam 31 tahun hanya dalam hitungan menit pada perdagangan akhir pekan ini, yang dijuliki para pelaku pasar sebagai 'flash crash'. Seperti diketahui pounds telah berada di bawah tekanan sepanjang pekan, ketika kekhawatiran dampak Brexit mencuat.
Tercatat pada hari ini pouds terjun bebas sekitar 10% dari level 1.2600 menjadi 1.1378 terhadap USD. Setelah bursa Asia bergerak variatif, pounds mulai sedikit membaik pada posisi 1.2440 atau turun 1,4%.
Kenaikan justru terjadi pada euro ke level 94.03 atau tertinggi sejak awal 2009 melawan pounds. Penguatan euro juga terjadi terhadap USD ke posisi 1.1110 ketika pelemahan pounds mendorong indeks USD naik 0,3% di posisi 97,093, tertinggi sejak akhir Juli.
(akr)