Logistik Macet, Bendera Filipina Pernah Berkibar di Daerah Ini

Senin, 10 Oktober 2016 - 12:55 WIB
Logistik Macet, Bendera...
Logistik Macet, Bendera Filipina Pernah Berkibar di Daerah Ini
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, ongkos logistik di Indonesia masih sangat tinggi. Bahkan, tingginya ongkos logistik di Tanah Air sempat membuat bendera Filipina berkibar di pulau terpencil di utara Sulawesi.

Dia menyebutkan, daerah tersebut hanya berjarak 30 kilometer (km) dari Filipina dan 400 kilometer (km) dari Manado. Di daerah tersebut, saat ini baru ada landasan pacu (runway) sepanjang 1.400 km sementara untuk mendaratkan pesawat Hercules, dibutuhkan runway sepanjang 1.600 km.

Sayangnya, Menhub tak mengungkapkan secara gamblang nama pulau terpencil yang dimaksud tersebut. "Saya pernah ngetes di sana masih Indonesia enggak. Saya minta nyanyikan lagu Indonesia Raya. Ternyata mereka fasih menyanyikannya jadi pada saat mereka nyanyi itu kita merinding. Dan itu pernah, bendera Filipina berkibar di sana, pada saat logistik tidak mendarat ke sana," katanya dalam Forum Diskusi Publik Sektor Transportasi di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Buruknya infrastruktur logistik di Indonesia tidak hanya terjadi di wilayah tersebut. Mantan Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) mengatakan, di Kabupaten Centani, Jayapura juga infrastruktur penunjang logistiknya masih sangat buruk.

Betapa tidak, landasan pacu di daerah tersebut hanya memiliki panjang sekitar 600 meter. Padahal, penduduk di Centani mengharapkan logistik dari Ibu Kota. Sebab itu, Kementerian Perhubungan memutuskan untuk memperpanjang runway agar setidaknya pesawat bisa mendarat di wilayah tersebut.

"Saya memberanikan diri kesana, yang katanya enggak bisa diperpanjang (landasan pacunya) tapi kita putuskan untuk diperpanjang," imbuhnya.

Menurut dia, hal tersebut berkaitan dengan program tol laut yang diusung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kall (Jokowi-JK). Pemerintah berkeinginan agar barang kebutuhan pokok dapat mendarat di daerah terpencil, khususnya di Timur Indonesia.

"Kita rasakan bagaimana saudara kita yang di sana itu belum mendapatkan suatu pelayanan yang baik. Dan katanya saya menteri pertama yang kesitu, saya enggak tahu. Kita memang ingin sekali membangun konektivitas untuk transportasi, karena kita tidak ingin ekonomi kita jalan stag," tandas Budi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Daya Saing Logistik...
Daya Saing Logistik Indonesia Masih Loyo, Menhub Sadari Hambatannya
Kemenhub Pastikan Seluruh...
Kemenhub Pastikan Seluruh Moda Transportasi Hanya Angkut Logistik
Pandemi Corona, Pemerintah...
Pandemi Corona, Pemerintah Jamin Ketersediaan Logistik di Seluruh Indonesia
Berita Terkini
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
36 menit yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
41 menit yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
51 menit yang lalu
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
1 jam yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
1 jam yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved