Cara ESDM Tekan Harga Gas Industri di Bawah USD6/MMBTU

Senin, 10 Oktober 2016 - 18:01 WIB
Cara ESDM Tekan Harga...
Cara ESDM Tekan Harga Gas Industri di Bawah USD6/MMBTU
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengurangi penerimaan negara baik berupa pajak penghasilan (PPh), penerimaan pemerintah dari kontraktor (first trance petroleum) sebesar 20%, dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor migas (minyak dan gas bumi). Hal ini demi mewujudkan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan harga gas industri di bawah USD6 per barel.

(Baca Juga: Pertamina: Infrastruktur Gas RI Lebih Menyedihkan dari Malaysia)

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja mengatakan, selain mengurangi penerimaan negara, pemerintah juga perlu mengefisienkan pengeluaran di industri hulu migas, seperti penggantian biaya operasi (cost recovery), belanja operasional (operational expenditure/opex).

"Selain itu dari sisi midstream, formula harga transportasi dan sebagainya. Yang tadi masa umur operasi 5 tahun, dijadikan 15 tahun-20 tahun kan bisa harga lebih murah," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (10/10/2016).

(Baca Juga: Penyebab Harga Gas Industri Malaysia Lebih Murah dari Indonesia)

Tak hanya itu, dia menerangkan bahwa pemerintah juga akan melakukan efisien pada biaya distribusi dengan menggunakan sistem regulated margin. Serta, menghilangkan rantai penjual (trader) yang berlapis.

"Jadi semuanya bertahap. Terus dari sisi penerimaan negara, dari tax ada PPh, ada PNBP, FTP (first trance petroleum/bagian negara dari kontraktor)," imbuh dia.

Wirat menambahkan, impor gas dari luar negeri sejatinya tidak banyak membantu penurunan harga gas industri. Pasalnya, harga gas alam cair (liquified natural gas/LNG) berlaku internasional dan harganya tidak jauh berbeda.

"Bila beli dari Qatar, harganya sedikit lebih murah, plus ongkos transportasi disini ujung-ujungnya enggak jauh beda. Apalagi beli di AS USD2,5. Terus ongkos ubah LNG berapa? Jadi enggak bisa membantu banyak," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Serapan Industri Rendah,...
Serapan Industri Rendah, Insentif Harga Gas Akan Ditinjau Ulang
Harga Gas USD6 per MMBTU...
Harga Gas USD6 per MMBTU untuk Industri Tertentu Perlu Dievaluasi
Atasi Dampak Corona,...
Atasi Dampak Corona, Menteri ESDM Sesuaikan Harga Gas Industri
Penurunan Harga Gas...
Penurunan Harga Gas Industri Diklaim Hemat Subsidi Rp125 Triliun
Penetapan Harga Gas...
Penetapan Harga Gas Bumi Harus Mengakomodasi Kepentingan Semua Pihak
Terkendala Teknis, Penurunan...
Terkendala Teknis, Penurunan Harga Gas Masih Masih Belum Dilakukan
Berita Terkini
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
39 menit yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
44 menit yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
53 menit yang lalu
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
1 jam yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
1 jam yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved