Groundbreaking Bandara NYIA Terancam Molor

Senin, 10 Oktober 2016 - 23:29 WIB
Groundbreaking Bandara...
Groundbreaking Bandara NYIA Terancam Molor
A A A
KULON PROGO - Peletakan batu pertama alias groundbreaking Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), molor dari target yang ditetapkan Oktober ini. Melihat realisasi di lapangan, groundbreaking paling cepat baru bisa dilakukan pada bulan November atau mundur satu bulan.

Project Manager kantor Proyek Pembangunan Bandara NYIA PT Angkasa Pura I, Sujiastono mengatakan sesuai data yang dimiliki, per tanggal 6 Oktober mereka baru melakukan pembayaran Rp2,024 triliun dari rencana Rp2,4 triliun. Sedangkan total dana yang akan dipakai untuk pembayaran ganti rugi lahan sekitar Rp4,1 triliun (belum termasuk gugatan dari warga).

“Melihat progress yang baru 48,7 persen, groundbreaking kemungkinan November,” jelas Sujiastono, Senin (10/10/2016).

Proses pembayaran sendiri baru sekitar 285,9 hektar atau 48,7%. Banyak warga yang tidak hadir dan berkas sebagai persyaratan pencairan tidak lengkap. Begitu juga pembayaran bagi petani penggarap tanah Pakualaman (PAG) juga mundur dari jadwal yang ada.

Di beberapa desa, pencairan dana ini sudah selesai pekan lalu. Namun di Glagah I masih dalam proses dan baru akan kelar dua hari lagi. Begitu juga dengan Desa Jangkaran baru selesai pada 12 Oktober mendatang. “Kami hanya juru bayar, harapan kami segera selesai,” jelasnya.

Diakuinya banyak warga yang berubah pikiran, dari yang mengharapkan mendapatkan reloaksi menjadi penerima uang tunai. Beberapa pembayaran atas bidang tanah bermasalah dalam internal ahli aris juga diberikan dengan cara konsinyasi. Mereka bisa menerima pembayaran namun bertanggungjawab jika terdapat gugatan hukum.

Kepala Desa Glagah, Agus Parmono berharap pembayaran bisa dilakukan untuk tanah warga yang mendukung sejak awal. Konsinyasi justru akan menghambat proses yang ada. Padahal banyak yang mendukung dan mengikuti proses sejak awal. Lantaran ada yang menolak pembayaran ditunda

“Alangkah lebih baik pemerintah memberikan kemudahan, mereka telah menjadi korban konflik sosial yang harus diapresiasi,” tandasnya.

Proses pembayaran lahan bandara sendiri telah diikuti dengan pemasangan papan kepemilihan hak. Di beberapa lokasi strategis telah diberikan papan yang berisi lahan tersebut milik PT Angkasa Pura. Warga juga diminta tidak mengambil aset yang ada di dalamnya karena bisa menjadi kasus pidana.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peduli UMKM, PT Angkasa...
Peduli UMKM, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Salurkan Bantuan Rp450 Juta
Bandara I Gusti Ngurah...
Bandara I Gusti Ngurah Rai Hadirkan Layanan Akses Internet 5G Berkecepatan Tinggi
Hampir 100 Pesawat Hanya...
Hampir 100 Pesawat Hanya Parkir di Bandara AP I
Pengurangan Jam Operasional...
Pengurangan Jam Operasional 15 Bandara Diperpanjang, Ini List Lengkapnya
AP I Siapkan Fasilitas...
AP I Siapkan Fasilitas di Bandara untuk Pembatasan Perjalanan Orang Melalui Udara
8 Bandara AP1 Boyong...
8 Bandara AP1 Boyong Penghargaan di ASQ Awards 2023
Berita Terkini
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
17 menit yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
37 menit yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
1 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
3 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
3 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved