Jatam: Pemerintah Terkesan Diatur Freeport

Selasa, 11 Oktober 2016 - 13:10 WIB
Jatam: Pemerintah Terkesan...
Jatam: Pemerintah Terkesan Diatur Freeport
A A A
JAKARTA - Kepala Kampanye Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Melky Nahar mengatakan, pemerintah seolah tidak pernah merespons beberapa 'kenakalan' PT Freeport Indonesia dalam upayanya berusaha di Indonesia. Pemerintah dinilai seolah diatur oleh Freeport yang dengan mudahnya akan mendapat perpanjangan ekspor konsentrat.

Selain itu, instruksi pemerintah untuk Freeport yang harus membangun smelter pun tidak dilaksanakan hingga saat ini. ‎Bukti yang terjadi di lapangan hingga saat ini, Freeport belum membangun smelter dengan berbagai alasan. Progres yang terjadi di lapangan, baru 13% berjalan, itupun baru tahap pelengakapan administrasi.

"Ini fatal. Karena sampai sekarang mereka tidak membangun smelter, alasanya ada saja. Bahkan lokasi smelter pun belum ditentukan. Ini seperti terkesan, pemerintah yang diatur Freeport," kata dia di kantor Walhi, Jakarta, Selasa (11/10/2016).

(Baca: Jatam Tolak Menteri Luhut Longgarkan Ekspor Mineral Freeport)

Pemerintah, lanjut Melky, tidak berani secara gentle mengatur Freeport. Mereka terkesan membiarkan juga Freeport bertindak dengan sendirinya. Terlebih lagi dengan akan direvisinya PP No 1/2014 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara yang diusulkan Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan.

Melalui revisi ini, izin ekspor konsentrat akan diperpanjang menjadi lima tahun. Padahal sebelumnya, pemerintah melalui menteri ESDM yang lama, Sudirman Said hanya memperpanjang hingga awal tahun depan.

"Bahkan yang fatal juga, pembicaraan mengenai rencana perpanjangan ini, tidak melibatkan masyarakat dan pemerintah Papua yang tanahnya dipakai untuk mengeruk tambang. Nyaris, selama ini tidak ada omongan," imbuhnya.

Menurutnya, rencana ini harus segera dicegah, lantaran secara tidak langsung lambat laun akan menguntungkan Freeport dan akan membuat rugi pemerintah Indonesia terutama tanah Papua.

"Pemerintah berusaha nego dengan petinggi Freeport, tapi masalahnya, lambat laun, itu pasti akan menguntungkan Freeport penuh dan kita yang merugi," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Berita Terkini
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
7 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
44 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved