Kereta Berbahan Bakar LNG Diuji Coba KAI dan Pertamina

Selasa, 11 Oktober 2016 - 16:42 WIB
Kereta Berbahan Bakar...
Kereta Berbahan Bakar LNG Diuji Coba KAI dan Pertamina
A A A
YOGYAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan uji coba kereta api berbahan bakar LNG di Balai Yasa Yogyakarta. Uji coba ini merupakan puncak dari penelitian dan pengembangan dalam penyediaan bahan bakar alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM).

(Baca Juga: Pertamina Siap Pasok Bahan Bakar untuk Kereta Api)

Kepala Badan Litbang Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) F. X. Sutijastoto mengatakan, sudah sejak beberapa tahun terakhir memerintahkan kepada KAI untuk melakukan riset dan pengembangan teknologi. Menurutnya uji coba penggunaan LNG sebagai operasional Kereta Api merupakan yang pertama kalinya di Asia.

Lebih lanjut dia menerangkan kegiatan ini merupakan bagian dari program konversi penggunaan High Speed Diesel (HSD) menjadi Liquified Natural Gas (LNG) dalam operasional Kereta Api dan sebagai upaya dukungan kedua BUMN tersebut dalam mendorong pemanfaatan LNG untuk transportasi. “Ini bagian dari amanah Undang-undang (UU) energi,” ucap dia, Selasa (11/10/2016).

Sutijastoto menambahkan sinergi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua perusahaan yang dilaksanakan pada 28 Agustus 2015 lalu, dimana kerja sama tersebut meliputi berbagai bidang salah satunya program konversi penggunaan HSD menjadi LNG. Sejak kerja sama tersebut, KAI menindaklanjuti dengan studi dan riset bersama dan melalui uji statis, dinamis Kereta Pembangkit di Balai Yasa Yogyakarta pada tahun ini.

Dia menambahkan program diversifikasi penggunaan BBM ke LNG untuk transportasi ini telah sesuai dengan UU No 30 tahun 2007 tentang Energi yang mengamanatkan perlunya diversifikasi untuk pengurangan penggunaan minyak bumi. Dengan penggunaan LNG, pihaknya memproyeksikan konversi ini akan memberikan penghematan belanja BBM serta lebih ramah lingkungan.

“Jika pilot project ini sukses maka perseroan akan menjual LNG untuk kereta api, secara komersial pada April 2018,” paparnya.

Menurut dia sesuai dengan amanah UU, Pertamina telah berusaha melakukan konversi bahan bakar dengan melakukan uji coba pertama kali kepada truk-truk tambang di luar Pulau Jawa. Setelah itu, Pertamina sudah menjalin kerja sama dengan PT KAI untuk mengkonversi diesel bertenaga gas menjadi tenaga LNG.

Setelah kereta, dia menerangkan kegiatan konversi BBM ke gas akan secara pararel dilakukan untuk transportasi dan akan menyasar moda transportasi umum darat lain yaitu bus. “Sekarang masih 73% transportasi umum yang menggunakan BBM. Padahal amanahnya adalah 20% yang menggunakan BBM,” paparnya.

Sementara Executive Vice President Unit Pelayanan Terpadu Balai Yasa Yogyakarta Eko Purwanto mengatakan, setelah melalui beberapa penelitian dan pengembangan, pihaknya berhasil melakukan rekayasa kereta berbahan bakar minyak menjadi LNG. Kereta tersebut mulai diujicoba untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk tahap awal, memang baru diterapkan pada kereta pembangkit yang mensupplai kebutuhan listrik di setiap rangkaian gerbong. Namun ke depan, pihaknya juga akan melakukan modifikasi lokomotif penarik kereta untuk bisa menerapkan tehnologi yang lebih murah ini. “Secara resmi nanti akan kita terapkan April 2018. Karena bisa hemat 50% penggunaan bahan bakarnya, ”tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
15 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
25 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
41 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
42 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
52 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Whoosh, TGV, dan Shinkansen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved