Terlibat Pungli, Mendag Ancam Seret Pegawai ke Penjara
Rabu, 12 Oktober 2016 - 14:06 WIB
Terlibat Pungli, Mendag Ancam Seret Pegawai ke Penjara
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, tidak segan-segan untuk mengantarkan pegawai di Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke penjara jika terlibat dalam praktik pungutan liar (pungli). Hal ini menanggapi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polda Metro Jaya di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kemarin malam.
Dia mengaku telah berulangkali memperingatkan kepada seluruh jajarannya untuk tidak mendekat pada praktik suap ataupun pungli untuk memperlancar perizinan. Jika di kemudian hari dirinya mendapati pegawainya terlibat pungli, maka mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini berjanji akan mengantarkan sendiri oknum tersebut ke penjara.
"Sebenarnya dari awal saya sudah peringatkan, kalau terjadi 'sesuatu' saya akan langsung antarkan ke penjara," katanya usai menghadiri pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10/2016).
Menurutnya, solusi untuk praktik pungli ini adalah seluruh mekanisme perizinan diubah menjadi online. Dengan begitu, maka intensitas pertemuan tatap muka pun akan berkurang.
"Kalau online, kita tidak langsung bersentuhan dengan orangnya. Dengan berkurangnya sentuhan hubungan ini harusnya bisa menutup kemungkinan untuk (praktik pungli) itu," imbuh dia.
Namun demikian, Enggar juga memberikan catatan bahwa perizinan berbasis online juga tetap perlu pengawasan. Hal ini guna mencegah adanya calo perizinan online. "Dengan adanya kasus itu, saya beritahu masyarakat kalo ada kesulitan dalam pelayanan segera hubungi kami. Saya sendiri membuka diri dan kita sudah berkali-kali katakan," tandasnya.
Dia mengaku telah berulangkali memperingatkan kepada seluruh jajarannya untuk tidak mendekat pada praktik suap ataupun pungli untuk memperlancar perizinan. Jika di kemudian hari dirinya mendapati pegawainya terlibat pungli, maka mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini berjanji akan mengantarkan sendiri oknum tersebut ke penjara.
"Sebenarnya dari awal saya sudah peringatkan, kalau terjadi 'sesuatu' saya akan langsung antarkan ke penjara," katanya usai menghadiri pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10/2016).
Menurutnya, solusi untuk praktik pungli ini adalah seluruh mekanisme perizinan diubah menjadi online. Dengan begitu, maka intensitas pertemuan tatap muka pun akan berkurang.
"Kalau online, kita tidak langsung bersentuhan dengan orangnya. Dengan berkurangnya sentuhan hubungan ini harusnya bisa menutup kemungkinan untuk (praktik pungli) itu," imbuh dia.
Namun demikian, Enggar juga memberikan catatan bahwa perizinan berbasis online juga tetap perlu pengawasan. Hal ini guna mencegah adanya calo perizinan online. "Dengan adanya kasus itu, saya beritahu masyarakat kalo ada kesulitan dalam pelayanan segera hubungi kami. Saya sendiri membuka diri dan kita sudah berkali-kali katakan," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :