Indonesia Mempunyai Fiskal dan Moneter Cukup Kuat

Kamis, 13 Oktober 2016 - 07:04 WIB
Indonesia Mempunyai...
Indonesia Mempunyai Fiskal dan Moneter Cukup Kuat
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis Indonesia bisa meningkatkan ekonomi domestiknya. Dalil dia, Indonesia memiliki fundamental fiskal dan moneter yang cukup kuat. Hal itu juga disampaikannya saat pertemuan Bank Dunia dan IMF. Ani--panggilannya--memberi masukan bahwa setiap negara musti memiliki strategi masing-masing dalam mendorong pertumbuhan ekonominya.

Ani menambahkan, kedua jalur tersebut bisa dilakukan dengan mengandalkan APBN, namun penggunaannya harus sebijak mungkin. Pengoptimalan APBN bisa memicu perekonomian yang lebih membaik.

"Keduanya kami akan optimalkan, kita punya fiskal dan moneter yang cukup kuat asal bisa dioptimalkan dengan baik, sesuai dengan prioritas arahan dari Presiden," kata Ani di kantornya, Rabu (12/10/2016).

Selain itu, belanja modal juga harus digunakan untuk sesuatu yang sifatnya produktif dan bisa memberikan benefit untuk jangka panjang. Seperti yang diketahui, belanja pemerintah saat ini sudah mencapai Rp2.000-an triliun.

Kualitas belanja menjadi catatan penting untuk ke depannya‎ agar pemerintah bisa memetik manfaat dari belanja yang betul-betul memiliki manfaat. "Maka itu belanja yang sifatnya konsumtif harus kita kurangi dan tidak mengurangi belanja kesehatan dan pendidikan," sambung dia.

Untuk moneter, Ani yakin, Bank Indonesia telah megambil kebijakan strategis yang mampu menggenjot ekonomi Indonesia lebih baik lagi. BI sendiri telah mengeluarkan kebijakan suku bunga seven days repo rate, pelonggaran kredit yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Jika fiskal dan moneter ini bisa sejalan, maka lambat laun, perekonomian domestik akan membaik meskipun dalam kenyataannya ekonomi global masih menunjukkan pertumbuhan yang melambat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat kerja Menkue dengan...
Rapat kerja Menkue dengan Komite IV DPD Bahas Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal 2024
Menkeu Sri Mulyani Beberkan...
Menkeu Sri Mulyani Beberkan Arah Kebijakan Fiskal Indonesia di 2024
Meski Ngedeprok di Anak...
Meski Ngedeprok di Anak Tangga, Sri Mulyani Tetap Dipuji
Sejak Terpukul Keras...
Sejak Terpukul Keras Oleh Pandemi, Sri Mulyani Terus Mereformasi Fiskal
Pajaki Hasil Pertanian,...
Pajaki Hasil Pertanian, Ini Alasan Sri Mulyani Bikin Aturan Baru
Rayakan Sweet Seventeen...
Rayakan Sweet Seventeen BKF, Sri Mulyani: Ayo Sibuk Ngomongin Substansi
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
17 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
30 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved